Oleh : Muhammad Rizqi

Poskaltim.com, Samarinda — Kodim dan Satgas Pam Perbatasan di wilayah Kalimantan Utara yang dilaksanakan telah berhasil merebut hati rakyat sehingga masyarakat wilayah perbatasan memiliki kesadaran untuk menyerahkan berbagai senjata rakitan yang mereka simpan dengan tujuan tertentu.

Berkat komunikasi sosial yang berjalan baik dan intens selama ini terhadap masyarakat, ternyata telah berhasil memberikan kesadaran warga Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara (Kaltara) bahwa kepemilikan senjata api rakitan secara pribadi merupakan tindakan yang menyalahi aturan dan undang-undang.

Dengan kesadaran yang tinggi pada Sabtu (15/6) masyarakat secara kesadaran dan sukarela menyerahkan berbagai jenis senjata api rakitan kepada personel anggota Babinsa.

Dengan komunikasi serta pendekatan yang baik secara persuasif baik Satgas Pamtas Yonif 611/Awang Long dan Yonif 621/Manuntung dan aparat kewilayahan telah berhasil mengumpulkan 160 pucuk senjata rakitan yang terdiri dari 159 pucuk senapan panjang rakitan dan 1 pucuk pistol rakitan.

Semua jenis senjata rakitan hasil komsos dialogis yang dilaksanakan saat ini telah diserahkan dari Kodim 0911 /Nunukan kepada Ka Tim Pal Aju Tarakan yang akan melaksanakan pemusnahan.

Hasil komunikasi sosial secara dialogis dan persuasif memberikan pemahaman kepada masyarakat berkaitan dengan Undang – Undang Darurat RI No. 12 Tahun 1951 tentang larangan memiliki senjata api ilegal oleh masyarakat yang sebagian besar memiliki senjata penabur yang biasanya digunakan untuk berburu, akhirnya secara sadar menyerahkan senjata-senjata mereka tersebut.

Hampir sebagian besar dengan kesadaran sendiri masyarakat Nunukan dan sekitarnya mengantar secara pribadi dan menyerahkan senjata api rakitan milik mereka kepada para personel di pos Satgas Pengamanan Perbatasan dan Babinsa di desanya masing-masing yang berada di dekat pemukiman mereka.

Sebanyak 160 senjata api rakitan tersebut, sesuai keterangan Dandim 0907 Letkol Inf Eko Antoni Chandra mengatakan senjata-senjata tersebut akan segera dilakukan pemusnahan sesuai prosedur.

Sementara itu Kapendam VI/Mulawarman Kolonel Kav Dino Martino, juga menyampaikan apresiasi positif dari Pangdam VI/Mulawarman Mayor Jenderal Subiyanto terhadap hasil kerja nyata pelaksanaan komunikasi sosial secara dialogis oleh satuan kewilayahan dan satuan tempur yang tergabung dalam satgas Pamtas oleh Satgas Pamtas Yonif 611/Awang Long dan Yonif 621/Manuntung serta Kodim 0911/Nunukan sudah terlaksana dengan baik dengan masyarakat setempat sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

“Keberhasilan komunikasi sosial secara dialogis harus terus dilaksanakan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan senjata api illegal. Bukan mustahil nanti masyarakat juga akan memberikan kontribusi positif laporan apabila ada barang-barang illegal yan masuk ke wilayah Indonesia tanpa izin,” ujar Dino.(RZQ/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here