Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Komitmen Kota Samarinda untuk memerangi peredaran gelap narkoba tidak saja menyasar bandar dan pemakainya, namunjuga pada yahapan rehabilitasi penggunan yang ingin terlepas dari jeratan barang haram ini.

Walikota Samarinda Syaharie Jaang meninjau Balai Rehabilitasi Narkotika Kaltim yang berada di Kelurahan Tanah merah Kecamatan Samarinda Utara. Dihadapan 214 orang penghuni, walikota berharap setelah sembuh untuk tidak kembali lagi menjadi pengguna narkoba.

““Ikuti rehab di sini sampai lulus. Jangan sampai tidak lulus. Kalau sudah lulus, jangan balik lagi Bro (panggilan akrab peserta Rehab di Balai, red). Boleh kembali ke sini, tapi sebagai penyuluh yang juga pengusaha sukses,” ujar Jaang.

Balai Rehabilitasi Narkotika Kaltim ini difungsikan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim sejak November 2013 dengan lahan seluas 7,5 Hektar dan dipergunakan 2,5 hektare. Warga penghuninya tidak saja berasal dari Kaltim tetapi juga dari Kalimantan Utara dan Sulawesi Selatan.

Kunjungan Wali Kota Samarinda ini disertai oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Samarinda AKBP Siti Zaekhomsyah, Kepala Dinas Kominfo Aji Syarif Hidayatullah, Kepala Dinas Pendidikan Asli Nuryadin, Kepala Dinas Sosial Ridwan Tasa, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Toni Suhartono, Camat Samarinda Utara Syamsu Alam dan beberapa pejabat lainnya.

Kepala Balai Rehabilitasi Narkotika BNN Kaltim dr Bina Ampera Bukit M.Kes
“Saya tidak alergi dengan anak-anak kita ini. Bahkan saya sampaikan ke Camat dan Lurah, agar jika ada kegiatan mereka dilibatkan. Jangan melihat latar belakang sosial. Mereka ini juga korban narkoba. Mungkin ada yang karena kurang percaya diri, ada juga yang merasa tidak dianggap dan persoalan dengan orang tua. Disinilah kita beri kesempatan,” pinta Jaang.

Sementara itu, Kepala Balai Rehabilitasi Narkotika BNN Kaltim dr Bina Ampera Bukit M.Kes memberikan apresiasi luar biasa atas kunjungan kerja Walikota bersama jajarannya yang pagi itu komplit.

Bina juga menyampaikan presentasi terkait program terhadap klien-klien Balai Rehabilitasi yang berkapasitas 214 orang. Dalam paparannya, disebutkan balai yang diistilahkannya dengan Universitas Bareta atau Balai Rehabilitasi Tanah Merah ini melakukan rehabilitasi bagi pecandu dan pengguna narkoba dengan pola asuh dan komunikasi efektif.

“Pola asuh dan komunikasi tidak efektif. Anak tidak diberi kesempatan ngomong, ini salah pola asuh, sehingga si anak sering keluar dan bergaul yang salah,” jelasnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here