Walikota Samarinda ternyata sedang berada di Jerman manakala kotanya sedang banjir besar. Keberangkatan walikota untuk menemui anaknya yang sedang kuliah dan tidak mendapatkan libur lebaran. Sehingga, pemerintahan didelegasikan kepada Sekda Sugeng Chaeruddin


Oleh : Muhammad Rizqi

Poskaltim.com, Samarinda — Disaat Kota Samarinda dilanda banjir dan berdampak pada lebih dari 10.000 jiwa, keberadaan Walikota Samarinda, Syaharie Jaang ternyata tidak ada di tempat. Ramai di pemberitaan, baik di media cetak, media online, media elektronik hingga media sosial yang menanyakan keberadaan walikota Samarinda Syaharie Jaang disaat kota Samarinda mengalami musibah.

Ternyata, Syaharie Jaang sedang berada di Jerman untuk mengunjungi putrinya An-Nuur Wanda Tisya Anugrah yang sedang kuliah dan telah berada di Jerman hampir selama dua tahun.

“Sebelum berangkat pada hari raya Lebaran pertama jam 20.00 Wita, saya rapat dengan Sekda, Asisten I dan Camat se kota Samarinda untuk antisipasi masalah sosial, kondusifnya kota karena pasca Pemilu, termasuk kalau ada banjir, kebakaran, tanah longsor dan lain-lain supaya semua maksimal. Ini saya sampaikan terkait keberangkatan saya yang kurang lebih 10 hari dengan perjalanannya,” ucap Jaang melalui panggilan LINE pribadinya kepada Poskaltim.com, Selasa sore (11/6).

Memang diakui Jaang malam itu seperti ada perasaan akan ada sesuatu hal, ternyata benar terjadi banjir besar. Sehingga, dirinya mengadakan rapat dengan para pejabat penting lainnya.

“Makanya berkali-kali saya pesan kepada sekda, asisten terlebih camat agar sigap, respon dalam penanganan musibah. Berhubung wawali tidak ada, penanggung jawab adalah sekda dibantu asisten, staf ahli, kepala OPD dan camat. Sekda pun tetap berkoordinasi dengan saya, seperti mau menetapkan status Tanggap Darurat, hari Sabtu lalu waktu kami transit menuju Jerman, juga berkoordinasi,” beber Jaang.

Jaang menyebutkan dirinya sudah mendapatkan izin dari Mendagri Tjahyo Kumolo bahwa prosesnya memakan waktu dua bulan di Kemendagri dan juga sudah lapor kepada Gubernur Kaltim, Isran Noor.

Jaang mengaku sangat prihatin dengan musibah sehingga menuntut jajarannya dibawah koordinasi Sekda Sugeng Chairuddin untuk maksimal melakukan penanganan terhadap korban banjir.

Sepeninggal walikota inilah, Sekda Sugeng Chaeruddin pun pada Sabtu (9/6) telah meninjau Bendungan Benanga, korban Banjir yang lebih dulu terpapar di Komplek Bengkuring, dan dengan sigap menetapkan status darurat selama tujuh hari banjir Samarinda ini.

“Soal mendoakan, saya bersama ibu sehabis shalat selalu mendoakan Samarinda agar selalu dijauhkan dari bencana, musibah, pertikaian, kota kita aman, kondusif, anak anak kita menjadi anak yang sholeh/sholehah. Termasuk banjir ini, saya sama istri mendoakan cepat surut, yang sakit segera diberikan kesembuhan dan dilimpahkan rejekinya,” tambahnya.

Jaang mengakui menyiapkan keberangkatan ini selama enam bulan, dimana mereka terlebih dahulu mengumpulkan dana yang tidak sedikit untuk menemui putrinya yang tahun ini tidak boleh pulang karena sedang program menjadi relawan Anak Berkebutuhan Khusus.

Jaang menyampaikan salam dari putrinya kepada warga Samarinda. “Dia (putrinya, red) terus memantau banjir melalui medsos. Istri saya juga titip salam, bahkan kemarin majelis taklim binaan istri sudah membagikan nasi kotak kepada korban, dan juga mempersilahkan warga menjadikan lantai bawah sekretariat PKK untuk mengungsi,” katanya.

Jaang menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang terus melaksanakan penanganan terhadap korban banjir, Forkompinda, relawan-relawan dari berbagai organisasi dan pihak swasta.

“Salam untuk Forkompinda terutama Kapolres dan Dandim, terimakasih,” tutup Jaang melalui sambungannya.(RZQ/YAN)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here