Saat ini pihak kepolisian Polres Balikpapan tengah mendalami aduan kedua advokad yang berkelahi di ruang sidang tersebut, sebelum melakukan pemanggilan untuk klarifikasi kepada pihak-pihak yang berseteru ini. .Tampak kubu Bambang menunjukkan surat visum dan pengadukan ke polisi

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan -– Kejadian yang tidak patut untuk dicontoh oleh profesi penegak hukum lainnya. Apalagi jika dipertontonkan di depan masyarakat yang hingga kini masih belum memiliki kepercayaan yang baik terhadap keadilan.

Bagaimana tidak, di Kota Balikpapan baru-baru ini profesi advokat telah merusak marwah persidangan dan tata acara persidangan. Yang seharusnya menjadi pembela bagi yang membutuhkan keadilan, namun justru saling adu jotos di dalam ruang sidang, yakni di Pengadilan Negeri Balikpapan.

Seorang advokat bernama Aprino Napitupulu,SH bersitegang dengan advokat lainnya bernama Bambang Edy Dharma,SH, Agus Sindoro,SH dan Riahit,SH, pada Senin (10/6) di ruang sidang PN Balikpapan.

Awal mula keributan antara Aprino dengan ketiga Advokat lainnya tersebut, lantaran terdapat kalimat sindiran yang dilakukan oleh tim kuasa hukum Bambang Edy Dharma,SH.

“Jadi dipersidangan sebelumnya disepakati hakim pukul 10.00 Wita sidang. Kita berkomitmen tidak telat. Jam 08.00 Wita kami sudah absen di PN dan 09.30 Wita sudah menunggu di ruang sidang. Tetapi pihak advokat turut tergugat, Aprino Napitupulu,SH datang ke ruang sidang sekitar pukul 11.20 Wita. Saya bertanya dengan advokat itu, kemarin kan komitmennya jam 10, kok, datang telat,” ujar Bambang Edy Dharma,SH.

Mendengar ucapan seperti itu, lantas Aprino Napitupulu,SH dengan nada tinggi menjawab kepadanya. “Dia malah jawab, gak kok, saya datang jam 10 lewat. Cek saja di absensi,” tambah Bambang.

Adu mulut pun terjadi, puncaknya Aprino Napitupulu,SH yang sudah duduk di kursi Penasehat Hukum naik pitam. Dia kemudian berdiri di kursi dekat pagar pembatas antara area sidang dan pengunjung. Hingga akhirnya Aprino loncat dari kursi tersebut dan melewati pagar pembatas ruang sidang untuk memukul salah satu anggota tim advokat Bambang, yakni Riahit,SH.

“Enggak tau juga, tiba-tiba dia jadi tersulut emosi langsung berdiri di atas kursi. Teman saya ini (Riahit,SH) yang berdiri disamping saya diloncatin sambil dipukulnya. Dia (Riahit,SH) kena jidat dan pahanya,” jelasnya Bambang, pada Kamis (12/6).

Melihat adanya keributan antar advokat ini di ruang sidang PN Balikpapan, masyarakat yang kebetulan berada di lokasi langsung melerai masing-masing pihak. Merasa keberatan, pihak Bambang Edy Dharma,SH, langsung mengajukan aduan polisi ke kantor Polres Balikpapan.

“Kami sudah buat laporan ke polisi kemarin (Rabu sore 12/6), dan kami menyangkal ya jika ada tudingan dari pihak Aprino soal aksi pengeroyokan. Justru rekan saya Riahit,SH yang benjol jidatnya dan memar di paha,” terang Bambang.

Sementara itu, Aprino Napitupulu,SH saat dihubungi, mengaku keberatan atas perbuatan pihak Bambang Edy Dharma,SH dan rekan-rekannya. Atas adu mulut di ruang sidang yang berlanjut menjadi adu fisik ini.

Aprino menjelaskan, dirinya memang sempat melompat dan hendak memukul salah satu rekan Bambang, namun dirinya terlebih dahulu di pegang lehernya oleh salah satu rekan Bambang lainnya. Dan kakinya merasa diinjak.

“Leher saya dipiting sama yang pakai baju batik. Saya jatuh, kemudian kaki saya diinjak,” ujarnya.

Lanjut Aprino, perkelahian ini baru berhenti setelah pamannya datang untuk melerai. Aprino pun merasa keberatan atas aksi kekerasan yang dialaminya tersebut. Dan dirinya pun telah melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres Balikpapan beberapa saat setelah perkelahian.

“Setelah buat laporan ini, saya juga sudah visum,” jelasnya.

Akibat perseteruan ini, kedua belah pihak advokat ini saling lapor ke kantor polisi terkait dugaan pidana penganiayaan. Advokat Aprino Napitupulu,SH mengalami kaki terkilir di bagian kaki kanan, sedangkan anggota tim advokat yang dipimpin Bambang Edy Dharma,SH mengalami memar di bagian kepala dan paha.

Saat ini pihak kepolisian tengah mendalami aduan keduanya tersebut. Sebelum melakukan pemanggilan untuk klarifikasi kepada pihak-pihak yang berseteru ini. (AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here