Tersangka AF alias DS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya atas kepemilikan sabu-sabu seberat lebih dari 1 Kg dan 200 butir ekstasi, karen atemannya yang berinisial IW alias WN meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat lebih dari 1 kilogram dan 200 butir pil jenis ekstasi. Pemusnahan dilakukan dengan cara mencampur barang bukti dengan air dan dibuang ke dalam kloset kamar mandi yang dilakukan oleh tersangka dengan penjagaan ketat petugas.

BNNP Kaltim memusnahkan barang bukti dari hasil penangkapan atas tersangka IW alias WN (meninggal dunia) dan AF alias DS yang sempat melarikan diri saat penangkapan dan buron lebih dari satu bulan. Kemudian AF alias DS berhasil ditangkap oleh bantuan jajaran Kepolisian Kutai Timur.

Sementara, tersangka IW alias WN meninggal dunia di rumah sakit karena luka-luka di kepala dan kaki akibat mobil yang dikendarainya bersama tersangka lainnya, tercebur ke dalam parit besar di simpang empat Jalan Wahid Hasyim, Sempaja, pada 20 September lalu.

“Barang bukti yang kita musnahkan ini totalnya sebanyak 1.027,39 gram/brutto atau 1.011,99 gram/netto yang terbagi dalam sebelas kantong. Begitu juga dengan barang bukti lainnya berupa 200 butir ekstasi yang terbagi dalam dua kantong dengan berat 41,65 gram brutto,” jelas Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kaltim, Komisaris Besar Polisi Halomoan Tampubolon, Kamis (14/11)

Dijelaskan Tampu, jika pemusnahan barang bukti ini telah memperoleh Penetapan status barang bukti dari Kejaksaan Negeri Samarinda Nomor: 5906/04.11.3/Enz.1/09/2019, tanggal 30 September 2019 dan didasari Berita Acara Hasil Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Bidang Laboratorium Forensik Polri Polda Jati, Nomor Lab.10566/NNF/2019 tanggal 30 September 2019.

“Keseluruhan sampel barang bukti yang diperiksa dinyatakan positif (+) narkotika jenis Methampetamine dan MDMA atau Metilendoksi-Metamfetamina,” jelasnya.

Penangkapan WN dan DS pada hari Jumat, 30 September 2019, seperti sebuah drama yang menegangkan. Kala itu petugas BNNP Kaltim mengejar sebuah mobil jenis Ayla yang baru saja melakukan transaksi sabu dan pil ekstasi.

Mobil tersangka ini berasal dari Kabupaten Kutai Timur, terlibat aksi kejar-kejaran dengan petugas BNNP Kaltim yang mengendarai sejumlah sepeda motor dan dua unit kendaraan roda empat.

Tepat di simpang empat Wahid Hasyim, mobil tersangka berhasil dipepet dan tercebur ke dalam parit besar. Mobil ini menghantam keras pipa milik PDAM dan menyebabkan badan kendaraan ringsek di sisi sebelah kanan atau posisi kemudi. WN yang bertindak sebagai pengemudi, luka berat di bagian kepala dan kaki kanan patah.

Setelah dua hari dalam perawatan rumah sakit daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia karena luka-luka yang dideritanya. Sehingga kasus ini hanya menjadikan rekan tersangka, DS yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here