Oleh : Yuliawan Andrianto

Poskaltim.co Samarinda — Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) harus memperluas jangkauannya di Kaltim agar menjadi moda transportasi yang diminati oleh masyarakat.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kaltim Salman Lumoindong yang ingin mempopulerkan kembali transportasi publik ke masyarakat.

“Damri harus menambah armada serta memperluas jangkauan agar masyarakat dapat beralih ke transportasi publik,” ujarnya saat ditemui di Rumah Jabatan Walikota Samarinda, Sabtu (18/5).

Kadishub Kaltim, Salmam Lumoindong hadir sebagai salah satu narasumber dalam acara diskusi terbuka dengan tema Transportasi Publik Berkelanjutan. Hadir pula dalam diskusi ini, Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moenim dan Felix Iryantomo yang merupakan Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Balikpapan.

Salman Lumoindong mengatakan bahwa Damri harus memberikan pelayanan terbaik sehingga masyarakat merasa nyaman menggunakan angkutan publik ini.

“Jika masyarakat sudah mulai terbiasa, maka Damri harus menambah armada lagi dan memperluas trayek agar dapat memudahkan masyarakat menggunakannya,” ujarnya pada Poskaltim.com.

Kepala Dishub Kaltim, Salman Lumoindong
Dijelaskan, jika saat ini jumlah kendaraan di Samarinda mencapai 700.000 kendaraan, sedangkan di Balikpapan hampir mencapai 600.000. Sedangkan peningkatan kendaraan per bulan jumlah di Kota Samarinda saja mencapai 4.000 kendaraan.

Jika kita terus mengikuti pertumbuhan tersebut sedangkan jalan umum serta fasilitasnya tidak mendukung, maka kemungkinan 5 atau 10 tahun lagi akan terjadi kemacetan yang luar biasa yang akan terjadi di Samarinda dan Balikpapan.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut. Salman mengatakan bahwa masyarakat harus mendapatkan layanan terbaik sehingga dapat mengubah mindset dari naik kendaraan pribadi lebih memilih angkutan umum.

“Merubah paradigma masyarakat agar lebih memilih angkutan, batasan untuk kendaraan pribadi, mengaktifkan car free day serta aturan genap ganjil,” ujarnya.

Alumni Institut Teknologi Bandung itu menjelaskan bahwa dalam diskusi tersebut pihaknya banyak mendapat informasi dan tidak membiarkan permasalahan transportasi berlarut-larut.

“Diskusi ini sangat menguntungkan bagi kita, karena kita mendapatkan beberapa referensi seperti perbaiki fasilitas publik dan mengubah pola pikir masyarakat agar menjadikan angkutan umum sebagai primadona,” tutupnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here