Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Rumah Sakit Islam Samarinda yang beberapa tahun terakhir tutup karena sengketa antara pihak yayasan dan Pemprov Kaltim soal kepemilikan lahan dan sejumlah aset, diperkirakan akan beroperasi kembali paling lambat dua bulan ke depan. Saat ini operasional RS Islam terganjal di beberapa perizinan.

Direktur Yayasan Rumah Sakit Islam, dr Sadiq Sahil, kepada Sapos, Rabu (2/10) mengungkapkan proses perizinan soal nama yang pernah ditetapkan oleh gubernur era sebelumnya.

Sehingga hal ini perlu perubahan ulang menjadi Rumah Sakit Islam yang mengurus perizinan seperti awal, mulai dari penilaian bangunan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, pengujian secara teknis dan juga kunjungan penilaian yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Samarinda dan Kaltim.

“Saya kira komitmen Gubernur Isran Noor soal RSI sudah berjalan saat ini. Sebenarnya kami bisa beroperasi sejak lama. Namun karena kendala perizinan, kami harus menunggu waktu yang tepat untuk segera bisa mengoperasikan rumah sakit ini nantinya,” ujarnya.

Proses perizinan ini dijelaskan Sadiq butuh penilain akreditasi dan kelas rumah sakit. Ini berguna untuk mendapatkan pelayanan BPJS Kesehatan sehingga nantinya warga bisa lebih mudah untuk berobat dirumah sakit ini yang merupakan rumah sakit pertama di Samarinda.

Sadiq juga mengakui dirinya kerap mendapat keluhan dari masyarakat yang sangat berharap RSI segera beroperasi. Mulai warga Kecamatan Sambutan maupun Kecamatan Samarinda Ilir bahkan hingga Kecamatan Anggana, yang harus menempuh jarak cukup jauh ketika membutuhkan pelayanan rumah sakit. Begitupun bagi warga Kecamatan Palaran yang terpisah oleh Sungai Mahakam akan lebih mudah menuju RSI karena beroperasinya jembatan Mahakam Kota II yang lebih dekat.

Dijelaskan, semenjak pemutusan kerjasama dengan Pemprov Kaltim dahulu, kondisi rumah sakit semakin tidak terpelihara. Misalnya, beberapa barang banyak yang dicuri, kabel listrik pun ikut menjadi incaran sehingga saat ini sebagian RSI gelap karena tak diterangi lampu.

Untuk membantu pengoperasian awal rumah sakit ini, Pemprov Kaltim juga mengucurkan dana sebesar Rp1 miliar untuk tahap awal. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk sarana dan prasarana yang saat ini rusak. (YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here