Ketua KPU Kaltim, Rudiansyah, saat memberikan pembekalan pada sosialisasi bagi lembaga dan LSM di Samarinda, Jumat (15/3)

By : Yuliawan Andrianto

Samarinda, Poskaltim.com — Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan terus menggelar sosialisasi kepada masyarakat luas agar Pemilu Serentak 17 April mendatang dapat sukses sesuai dengan harapan.

KPU Kaltim akan menggelar dua sosialisasi pada Jumat dan Sabtu hari ini masing-masing untuk Kelembagaan dan untuk Daerah Pemilih Rendah. Harapan yang ingin dicapai tentunya Pemilu yang berkualitas dengan pemilih cerdas.

Ketua KPU Kaltim Rudiansyah mengatakan bahwa Pemilu Serentak tahun 2019, akan sangat berbeda dengan Pemilu-Pemilu sebelumnya yang pernah diselenggarakan di Indonesia. Begitu juga, akan sangat berbeda dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim yang dilaksanakan Juni tahun 2018 lalu.

“Surat suara yang akan dicoblos ada lima jenis, sehingga memerlukan waltu yang lebih lama bagi bagi pemilih. Begitupun perhitungannya nanti, akan memerlukan waktu yang lebih lama dari Pemilu sebelumnya,” jelasnya, disela-sela Sosialisasi Kelembagaan untuk Tahapan Pemilu bersama LSM dan pemangku kepentingan, pada Jumat (15/3).

Dicontohkan Rudiansyah, lama penghitungan surat suara pada Pemilu tahun ini akan memakan waktu lebih lama ketimbang Pemilu sebelumnya. Ini dikarenakan Pemilu 2019, ada isi kotak suara yang akan dihitung dan itu cukup menyita waktu.

“Satu Parpol saja bisa menghabiskan waktu kurang lebih satu setengah jam pada saat melakukan penghitungan suara di TPS. Sehingga kita tidak bisa dengan cepat melihat siapa yang unggul atau yang menang karena satu parpol saja banyak caleg mereka,” jelasnya.

Lanjut Rudiansyah yang pernah menjabat sebagai komisioner pada KPU periode lalu mengatakan jika sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat berkaitan hari pemungutan suara dan jenis tingkatan pemilihan pada pemihan legislatif maupun Pilpres 2019, baik di tingkat kabupaten maupun kota.

Sementara itu, untuk pemilih disabilitas yang masuk katagore tuna netra, dijelaskan bahwa KPU Kaltim hingga kini belum memiliki surat suara untuk tuna netra. Sehingga, masih dalam proses percetakan karena memang alat bantu ini sebelum dicetak, diperlukan konfirmasi oleh organisasinya. Sehingga organisasi tersebut bisa memastikan apa yang sudah dicetak sudah sesuai dengan kebutuhan pemilih tuna netra.

“Kami masih memastikan konfirmasi tersebut . Jika sudah dinyatakan layak sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Kalau sudah sesuai baru nantinya dicetak. KPU Kaltim akan memfasilitasinya secara maksimal agar pemilih disabilitas yang tuna netra agar dapat menggunakan hak pilihnya,” ujarnya. (YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here