Masuknya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju, membuat Relawan Pro Jokowi (Projo) yang kecewa membubarkan diri

Oleh : Ahmad ZR / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Masuknya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju, membuat Relawan Pro Jokowi (Projo) yang kecewa membubarkan diri setelah presiden melantik 39 jajaran menterinya di Istana Negara, Rabu pagi (23/100.

“Meski telah dilantik, Projo memahami kekecewaan yang mendalam dari para relawan pendukung Jokowi karena masuknya Prabowo. Apalagi dia menjadi Menhan (Menteri Pertahanan),” kata Sekretaris Jenderal Projo, Handoko di Jakarta.

Ia mengingatkan bahwa para relawan sejak awal berkomitmen untuk menjalani proses pilpres dengan ramah dan santun. Namun Handoko menilai kesepakatan ini dilanggar oleh kubu 02 (Prabowo-Sandi) dengan berbagai propaganda.

“Seluruh pendukung Jokowi-Ma’ruf telah melawan secara gigih dan keras upaya-upaya intoleransi dan antidemokrasi tersebut lewat hoaks dan SARA. Sebab cara-cara itu dapat membuat masyarakat terpolarisasi,” ujarnya.

Sementara, rivalitas Jokowi selama dua kali pilpres justru mendapatkan pos istimewa di Kabinet Indonesia Maju dengan anggaran terbesar dibandingkan kementerian lainnnya. Kendati begitu, Projo tetap mengucapkan selamat bekerja kepada Jokowi-Ma’ruf dan Kabinet Indonesia Maju.

“Kami berharap program-program yang sudah diwacanakan dapat dijalankan dengan baik untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat,” ucap Handoko.

Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno mengapresiasi Projo yang telah membantu pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Ia memahami kekecewaan para relawan karena bergabungnya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.

“Mereka itu teman-teman kami. Cukuplah bila kami menyampaikan rasa hormat atas sikap dan putusan mereka,” kata Hendrawan, Rabu.

Ia mengingatkan bahwa politik adalah seni kemungkinan. Karena itu, deal-deal politik yang dilakukan itu guna kepentingan yang lebih luas, yaitu kepentingan bangsa dan negara.

“Politik memang ‘the art of possible’. Yang penting semua deal politik dibangun di atas fondasi kepentingan masa depan bersama,” tuturnya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here