Rekonstruksi pembunuhan Marco Fernando Mancini Singal (32), dikawasan Ruko Muara Rapak depan Polsek Balikpapan Utara, yang terkendala bahasa karena dua pelaku merupakan penyandang tuna rungu dan tuna wicara.

Oleh: Andrie Aprianto

Poskalitim.com, Balikpapan — Kepolisian Sektor Balikpapan Utara sedikit mendapat hambatan saat digelarnya rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan oleh dua orang tersangka yakni Surya Nata Kesuma alias Reza (30) dan Rani Maulana (30) kepada korbanya Marco Fernando Mancini Singal (32), pada Jumat (12/7) sore dikawasan Ruko Muara Rapak depan Polsek Balikpapan Utara.

Panit I Reskrim Polsek Balikpapan Utara Iptu Nikson Sitompul mengatakan, rekonstruksi yang dilakukan sebenarnya berjalan dengan lancar dan aman meski disaksikan oleh keluarga korban dan beberapa rekan tersangka.

Namun, jalannya rekonstruksi ini sedikit lebih lama lantaran terkendala oleh cara komunikasi antara petugas kepolisian dengan kedua tersangka ini. Seperti diketahui kedua tersangka ini merupakan penyandang tuna rungu dan tuna wicara.

“Untuk rekonstruksi hambatan tidak ada, namun bahasa yang disampaikan pelaku harus melalui penerjemah jadi butuh konsentrasi dan waktu pelaksanaan,” ujarnya.

Rekonstruksi ini memperagakan 30 adegan dari sebelumnya 25 adegan. Dimana terdapat tambahan lima adegan, mulai dari perencanaan yang dilakukan kedua pelaku hingga alat yang digunakan pelaku. Diketahui kedua pelaku membunuh Marco lantaran kesal dengan tantangan yang mengajak pelaku berduel, namun pelaku menolak lantaran Marco yang saat itu memegang parang.

“Ada 30 adegan. Ada tambahan lima ini berdasarkan keterangan tersangka maupun saksi. Jadi ada tambahan yang sudah kita catat,” tambahnya.

Dari adegan inti, diketahui jika kedua tersangka ini menghabisi nyawa korban Marco dengan cara yang cukup sadis. Korban diincar, lalu di pukul bagian kepalanya dengan sebatang besi padat. Kemudian saat korban telah jatuh tak berdaya, kedua tersangka kembali manghantamkan besi dan menginjak di bagian kepala korban.

“Dari adegan kita lihat para pelaku berniat membunuh Marco. Dengan cara mengikuti Marco yang sedang berada di rumah temannya. Saat Marco pulang, para pelaku mengikutinya. Setibanya di Kilometer 2, pelaku Suryanata alias Reza memukul Marco dengan batang sok sepeda motor bekas yang dibawa dari rumahnya, kemudian menghabisi Marco secara brutal hingga tewas bersama Rani,” jelasnya.

Akibat perbuatanya ini, kedua tersangka yang sebelumnya dikenakan pasal 170 ayat 2 tentang pengeroyokan, kini akan diganjar dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here