Panitia mengumumkan sebanyak 750 dinyatakan lulus tes untuk melanjutkan ke Al Azhar Mesir. Sedangkan yang cadangan sebanyak 250 orang,

Oleh: Azhar AP / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Prestasi membanggakan ditunjukkan oleh ratusan putra-putri Indonesia dengan berhasil lolos pada seleksi program S1 di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Pada proses seleksi diikuti sekitar 6.000 pendaftar, baik jalur beasiswa maupun nonbeasiswa (mandiri).

“Dari sekitar 6.000 pendaftar, Panitia mengumumkan sebanyak 750 dinyatakan lulus tes untuk melanjutkan ke Al Azhar Mesir. Sedangkan yang cadangan sebanyak 250 orang,” kata Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim di Jakarta, dilansir kemenag.go.id, Rabu (17/7).

Untuk mengetahui siapa saja yang dinyatakan lolos, bisa dicek di www.diktis.kemenag.go.id

Menurut Arskal, minat anak-anak Indonesia melanjutkan studi ke Timur Tengah sangat tinggi, baik ke Mesir, Maroko maupun ke Sudan. “Kuota beasiswa dari Al Azhar Kairo melalui Kementerian Agama hanya 20 orang. Namun, minat pendaftar masih tetap tinggi, meski mereka harus biaya sendiri,: tutur Arskal.

Seleksi calon mahasiswa baru Timur Tengah dilakukan dua tahap. Pertama, tes kemampuan Bahasa Arab. Kedua, tes kecakapan berbahasa Arab, tes kesehatan, hafalan Alquran, serta wawasan keislaman dan kebangsaan.

Kemenag menggandeng Pusat Bahasa UIN Sunan Ampel Surabaya dalam pelaksanaan tes Bahasa. Hal ini karena UIN Sunan Ampel Surabaya telah menjalin kerja sama dengan Leipzig University Jerman dalam menyiapkan model tes Bahasa Arab dengan sistem online.

Tahun ini Kemenag meningkatkan standar kelulusan agar mereka yang belajar ke Timur Tengah mempunyai kemampuan bahasa Arab yang memadai.

“Kita ingin mereka yang lulus adalah anak-anak terbaik dengan kemampuan Bahasa Arab yang sangat bagus dan hafal Alquran minimal 2 juz. Kita tidak ingin anak-anak kita ini mengalami banyak masalah di luar negeri karena kemampuan bahasanya lemah,” tegasnya.

Ketua Pusat Bahasa UIN Sunan Ampel Surabaya Abdul Kadir Riyadh mengatakan, kampusnya telah bekerja sama dengan Leipzig University Jerman dalam mengembangkan tes Bahasa Arab dengan system online. “Sistem ini telah teruji dengan sangat baik dan Leipzig University Jerman telah diakui oleh lebih dari 150 negara, termasuk diakui oleh Universitas Al Azhar Kairo,” jelas Kadir.

Kepala Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Agus Sholeh menambahkan bahwa mulai tahun 2019, Kementerian Agama membatasi jumlah calon mahasiswa baru yang akan melanjutkan ke Mesir. Hal ini sesuai dengan arahan KBRI Kairo.

“Sesuai arahan KBRI Kairo, mulai tahun ini Kementerian Agama hanya meluluskan calon mahasiswa baru tidak lebih dari 1.000 orang, yaitu 750 lulus dan 250 lulus cadangan. Hal ini karena keterbatasan kemampuan KBRI Kairo dalam melayani konsuler bagi warga Indonesia yang ada di Mesir,” ujar Agus.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here