Ratusan anak turut memeriahkan Hari Anak Nasional tingkat Kaltim yang baru gigelar pada Senin, 28 Juli 2019. HAN diperingati tanggal 23 Juli setiap tahunnya

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Sekitar 800 anak-anak hadir dan bergembira saat merayakan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Kaltim yang dirayakan di Pendopo Odah Etam Komplek Kantor Gubernur Kaltim, Senin (29/7). Dihadapan undangan puluhan anak bernyanyi dan menari yang menambah kesemarakan peringatan HAN tingkat Kaltim kali ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Umum Setprov Kaltim Fathul Halim mewakili Gubernur Kaltim Isran Noor, membuka acara yang mengambil tema “Kualitas Keluarga Penopang Perlindungan Anak” dan sub tema “Cegah Pernikahan Usia Anak”.

“Selamat merayakan Hari Anak Nasional 2019. Semoga anak-anak kita tumbuh sehat lahir dan batin, serta terpenuhi hak-haknya. Semoga peringatan HAN ini dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan dan hak anak-anak di seluruh wilayah Kaltim,” ujarnya.

Pada peringatan HAN tingkat Kaltim ini juga diluncurkan Kartu Identitas Anak (KIA) Kaltim oleh istri Gubernur Hj Norbaiti Isran Noor. Selain itu juga turut diserahkan hadiah kepada pemenang lomba bayi sehat, lomba balita sehat dan lomba konselor sebaya se-Kaltim.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP#A) Kalti, Hj Halda Arsyad, membagikan sejumlah hadiah pada pemenang berbagai lomba.
Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Halda Arsyad mengatakan Hari anak nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli setiap tahunnya dengan tujuan mengingatkan semua pihak untuk menjamin pemenuhan hak anak atas hidup, tumbuh kembang dan mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Dijelaskan Halda, pada puncak acara Hari Anak Nasional dipusatkan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kaltim mendapatkan beberapa penghargaan.

Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak untuk Kota Balikpapan untuk kategori Nindya, Kota Samarinda, Bontang dan Kabupaten Kutai Kartanegara untuk kategori Madya. Sedangkan Kabupaten Berau, Kutai Timur dan Paser memperoleh penghargaan Kabupaten Layak Anak tingkat Pratama.

Sementara itu, dalam rangkaian acara HAN tingkat Kaltim ini, Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Kaltim bekerjasama dengan DKP3A melakukan sosialisasi dengan tema “Pengaruh Gawai dan Media Sosial terhadap Anak Sekolah”.

Ketua PWI Kaltim, Endro S Efendi berharap generasi muda semakin pandai dan cerdas dalam menggunakan media social, jangan sampai jadi bumerang yang merugikan bagi diri sendiri dan keluarga.

Diakhir acara juga dilakukan pembubuhan tandatangan oleh undangan yang hadir untuk berkomitmen menolak pernikahan anak usia dini dan usia sekolah sebagai salah satu upaya pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.(YAN)

++

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here