Rakyat Indonesia Bersatu, menggelar aksi damai di depan kantor Bawaslu Kota Balikpapan,

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Puluhan massa yang mengatasnamakan Rakyat Indonesia Bersatu, menggelar aksi damai di depan kantor Bawaslu Kota Balikpapan, di Jalan RE Martadinata, Balikpapan Tengah, pada Rabu (22/5) siang.

Koordinator Aksi, Raja Doli Siregar dalam orasinya mengatakan, aksi damai ini sebagai bentuk kepedulian rakyat terhadap adanya indikasi kecurangan dalam pelaksanaan pemilu 2019, sehingga dirinya bersama massa menuntut untuk mendiskualifikasi hasil terakhir KPU. Permintaan diskualifikasi hasil penghitungan suara dari IT BPN Capres 02 dan telah membeberkan bukti-bukti adanya indikasi kecurangan.

“Ini yang kami terus kawal dan suarakan. Karena kami tidak ingin dipimpin oleh pemimpin yang curang,” teriaknya.

Aksi damai yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian tersebut tidak melihat jumlah massanya, tapi lebih melihat kualitas dari aksi tersebut. Bahkan dirinya secara tegas mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan aksi damai.

Rakyat Indonesia Bersatu di Balikpapan tuntut Pemilu jujur dan adil
“Siapa saja boleh bergabung. Mau dari pemerintah, KPU atau Bawaslu silahkan saja. Tapi tetap kita menyarakan aspirasi kita dengan cara yang damai,” tambahnya.

Salah seorang orator, Agus mengatakan kehadirannya di kantor Bawaslu Kota Balikpapan untuk menuntut ketidakadilan dalam proses penyelenggaraan Pemilu 2019. Dirinya meminta Bawaslu dapat menemuinya dan tidak perlu takut dengan aksi yang dilakukan, karena menjamin ada rakyat di belakang Bawaslu yang mendukung.

“Jangan takut dengan kehadiran kami, ada rakyat di belakang kalian Bawaslu,” teriaknya.

Agus menilai adanya dugaan kecurangan yang didapatnya dalam proses penghitungan pada pilpres. “Tim kita ada yang menemukan beberapa kecurangan dalam penghitungan suara,” jelasnya.

Setelah mendengar orasi puluhan masa ini, unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyampaikan jawabannya baik dari KPU, Bawaslu dan Walikota Balikpapan.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, jika memang terdapat kecurangan di dalam pelaksanaan pemilu kali ini, maka Rakyat Indonesia Bersatu sebaiknya membuat laporan yang disertai dengan bukti-bukti yang ada.

“Saudara-saudara ku sekalian, jika memang pada pelaksanaan pemilu tahun ini ada indikasi kecurangan, sebaiknya dilaporkan dengan bukti yang ada,” ujarnya.

Sementara Ketua KPU Balikpapan mengatakan, dirinya masih bingung di mana letak kecurangan yang sering digaungkan belakangan ini. “Saya sendiri sampai sekarang tak bisa menemukan cara curang. Saya gak tahu,” ujar Noor Thoha.

Ada tudingan pengalihan suara, namun Thoha mengaku tak menemukan celah pada sistem saat ini. Lantaran seluruh dokumen perolehan suara dipegang saksi peserta Pemilu, Bawaslu dengan pengawasnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here