Salah satu pabrik PT Pupuk Kaltim yang mampu memproduksi 570.000 ton pupuk Urea setiap tahun

“Penyaluran pupuk bersubsidi wilayah Indonesia Timur menjadi tanggungjawab PT Pupuk Kaltim (PKT) Bontang. Perhitungan kebutuhan pupuk petani selalu dihitung dan tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)sehingga selalu sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok tani”

Samarinda, Poskaltim.com – PT Pupuk Kalimantan Timur Bontang (PKT Bontang) menyatakan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi di seluruh Kaltim berlangsung lancar, tepat waktu dan tepat sasaran.

Selama tahun 2016 telah disalurkan pupuk subsidi jenis Urea sebanyak 13.507 ton dan NPK sebanyak 8.486 ton. Pada tahun 2017, penyaluran Urea sebanyak 17.789 ton dan NPK sebanyak 30.150 ton. Tahun 2018 penyaluran Urea sebanyak 17.563 ton dan NPK 34.002 ton.

Kepala Bagian Hubungan Internal dan Protokol PKT Bontang, Nurdi Saptono mengatakan PT PKT Bontang memiliki tanggungjawab untuk penyaluran pupuk bersubsidi dari pemerintah di wilayah Indonesia Timur.

“Ketersediaan pupuk subsidi Urea dan NPK di Kalimantan Timur menjadi tanggung jawab PT PKT Bontang. Penyalurannya sangat lancar dan aman sepanjang tahun. Termasuk, kebutuhan pupuk tahun 2019 yang sudah dialokasikan. Untuk Urea sebanyak 17.934 ton dan NPK 36.699 ton,” jelas Nurdi saat Sosialisasi Produk Knowledge, Pendistribusian dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Kaltim, di Samarinda, Senin (25/2/2019).

Menurut Nurdi, dari 17.934 ton pupuk Urea subsidi yang dialokasikan tahun 2019, hingga akhir Januari sudah diserap distributor sebesar 1.995 ton dan sudah disalurkan ke petani sebanyak 1.117 ton. Sedangkan untuk pupuk NPK subsidi dari 36.699 ton yang sudah dialokasikan, sudah ditebus ditributor 3.781 ton dan telah disalurkan distributor sebanyak 1.840 ton.

Pendistribusian di seluruh Kaltim juga dipastikan tak terkendala karena PKT Bontang memiliki beberapa gudang di Balikpapan, Berau, Kutai Timur, Paser, Penajam, dan dua gudang di Samarinda.

Didampingi Staf Promosi di Departemen Pelayanan dan Komunikasi Produk , Rudy Prambudi menerangkan, pada prinsipnya petani yang tergabung dalam kelompok tani resmi tak kesulitan mendapatkan pupuk Urea dan NPK. Karena, kebutuhannya sudah dihitung dan tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) masing-masing yang disahkan oleh penyuluh pertanian pemerintah.

“Kalau ada petani mengeluh kesulitan mendapatkan pupuk Urea dan NPK, berarti petani itu tidak menggabungkan diri dalam kelompok tani di desa/kelurahannya masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Rudy, harga pupuk yang disubsidi pemerintah cukup besar. Dicontohkan untuk pupuk NPK non subsidi dihargai Rp6000 per kilogram sudah di atas truk di gudang, sedangkan harga untuk petani yang disubsidi pemerintah hanya diwajibkan membayar Rp3000 per kilogram atau separuh harga dari harga pasaran.

Sedangkan harga pupuk Urea non subsidi seharga Rp5000 per kilogram dan petani yang mendapat subsidi hanya perlu membayar Rp1.800 per kilogramnya, atau selisih sebesar Rp3.200.

“Pengguna pupuk subsidi di Kaltim sangat variatif. Untuk di Kaputen Paser pengguna pupuk subsidi sebagian besar adalah petani sawit, untuk di Kukar pertanian sawah, di Berau pupuk subsidi banyak digunakan petani jagung, sedangkan di perkotaan oleh petani hortikultura,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Dr Ir Ibrahim membenarkan jika kebutuhan pupuk bersubsidi yang dusediakan dihitung bersadarkan RDKK masing-masing kelompok tani.

“Makanya jika pupuk bersubsidinya telah tersedia, hendaknya petani segera menebusnya. Jika tidak, bisa jadi stok akan berlimpah dan penyusunan RDKK tahun selanjutnya akan mengalami penurunan,” ujarnya.

Ibrahim juga menampik jika penyebaran pupuk bersubsidi dapat dibeli oleh petani yang bukan anggota kelompok tani. Misalnya saja dibeli oleh petani perkebunan kelapa sawit.

“Saya kira tidak bisa yaa membeli pupuk bersubsidi ini oleh orang lain. Selain akan dikomplein oleh kelompok tani, distributor juga akan kena sanksi. Laporkan saja jika ada penyelewengan di lapangan, kita akan tindak secara hokum,” tegas Ibrahim.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here