Sebanyak 22 pelajar dan lima orang anak yang mengaku pelajar diamankan oleh Polresta Samarinda karena kedapatan hendak bergabung denganaksi demo mahasiswa di kantor DPRD Kaltim, Senin (30/9).(foto:ist)

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Sebanyak 27 orang pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas ditangkap pihak Kepolisian Polresta Samarinda saat mereka berkumpul di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, ketika hendak bergabung dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kaltim, Senin (30/9)

Dari 27 pelajar yang ditangkap tersebut, tercatat bahwa 12 pelajar berasal dari kota Samarinda dan 15 pelajar dari Tenggarong. Kabupaten Kutai Kartanegara. Para pelajar ini rata-rata membolos sekolah untuk mengikuti aksi unjuk rasa menolak revisi UU KPK dan RKUHP, yang disuarakan oleh para mahasiswa.

Setelah dilakukan pendataan oleh pihak kepolisian, ternyata diketahui bahwa tidak semuanya adalah seorang pelajar. Ternyata, terdapat tiga orang anak yang mengaku sebagai pelajar, namun setelah diinterogasi mereka ternyata bukanlah seorang siswa.

Selain itu, terdapat dua orang lagi yang mengaku sebagai siswa di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Samarinda. Namun, setelah diselidiki oleh pihak sekolah, ternyata mereka sudah putus sekolah.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Asa menerangkan, pengamanan ini dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI dan Polri untuk menindaklanjuti surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nomor 9 tahun 2019 yang menyebutkan upaya pencegahan keterlibatan siswa didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi kekerasan.

“Kita amankan anak-anak sekolah ini karena mereka membolos tanpa sepengetahuan orang tua dan guru sekolah mereka untuk mengikuti unjuk rasa di depan gedung DPRD Kaltim,” ucap Damus Asa.

Ia menjelaskan, pihaknya juga menemukan adanya lima orang yang berpakaian sekolah, namun setelah diselidiki ternyata mereka sudah tidak bersekolah lagi dan ada yang sudah dikeluarkan.

Pihak kepolisian juga sedang menyelidiki apakah mereka semua dikoordinir oleh pihak tertentu. Namun dari pengakuan mereka, kebanyakan mereka mengikuti aksi karena ikut-ikutan saja.

Saat ini 22 orang pelajar yang terdata telah diamankan di Polresta Samarinda untuk dilakukan pendataan dan pemanggilan orang tua dan guru sekolah, agar mereka dapat kembali ke sekolah dan mengurungkan niat untuk turut serta dalam aksi demonstrasi.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here