Puji Setyowati bertekad akan mndorong Perda tentang Perempuan dan Anak sehingga memiliki perlindungan hukum yang adil.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Salah seorang anggota DPRD Kaltim periode 2019-2024 yang turut dilantik bersama 55 anggota legislator lainnya adalah Puji Setyowati yang merupakan istri dari Wali Kota Samarinda saat ini, Syaharie Jaang.

Puji yang lolos sebagai anggota dewan dari Partai Demokrat pada pemilihan legislatif 17 April lalu berhasil meraih perolehan suara terbanyak di Daerah Pemilihan (Dapil) I Samarinda dengan jumlah 24.600 suara. Suara sebanyak ini menobatkan Puji sebagai srikandi di gedung dewan dengan perolehan suara terbanyak. Sementara di urutan kedua terbanyak setelah Puji adalah Makmur HAPK dari Golkar Dapil Kutai Timur-Berau sebanyak 38.281 suara.

“Hari ini kami dilantik adalah kepercayaan dari masyarakat Samarinda yang telah memilih. Sejak saat ini kami semua wajib melaksanakan apa yang menjadi aspirasi masyarakat, menyuarakan kepentingan masyarakat dan andil besar membangun Kaltim lebih maju lagi. Terlebih dalam menyongsong persiapan Kaltim menjadi ibukota negara,” tegas Puji yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan dan kemasyarakatan ini, Rabu (4/9).

Puji juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Samarinda yang telah memilih dan memberikan kepercayaan kepadanya, sehingga dilantik menjadi anggota DPRD Kaltim. Sementara itu, suami tercinta, Syaharie Jaang mengucapkan selamat kepada anggota DPRD Kaltim yang dilantik untuk menjadi wakil rakyat selama lima tahun mendatang.

“Harapan kami menjadi wakil rakyat yang amanah. Terkhusus kepada 12 anggota Dewan asal Dapil Samarinda agar menjadi penggerak pembangunan di Kota Samarinda dan Kaltim,” harap Jaang yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim.

Wali Kota Samarinda, shayarie Jaang bersama istri Puji Setyowati yang terpilih sebagai anggota DPRD Kaltim periode 2019-2024
Puji Setyowati memiliki tekad untuk mendorong Peraturan Daerah tentang Perlindungan Anak dan Wanita, sebagai programnya nanti. Menurutnya, Perda tentang perlindungan anak dan wanita di Kaltim khususnya di Samarinda saat ini dianggap masih belum tegas.

“Saya kan juga wanita, sudah 20 tahun juga saya mendampingi suami memimpin Samarinda. Memang masalah ini belum ada penanganan yang cukup maksimal. Namun banyak faktor yang mendasarinya. Tetapi saya pribadi jelas akan mendorong adanya perda tersebut,” ujarnya, usai pelaksanaan Hari Anak Nasional Tingkat Kota Samarinda, Rabu (4/9).

Dirinya juga sudah melihat berbagai permasalahan yang terjadi di Samarinda khususnya Kaltim. Dalam penanganannya memang belum ada perda atau perwali yang tegas mengatur permasalahan ini. Sehingga pekerja anak, penganiayaan, dan juga beberapa masalah sosial belum bisa dituntaskan.

Puji juga mengatakan, faktor dari meningkatnya kasus ini juga didasari dari banyaknya pendatang di Samarinda. Hal ini yang tidak terdata, padahal kasus tersebut dilakukan oleh warga diluar Samarinda, yang berimbas dan mempengaruhi warga lainnya.

Dirinya berharap, anggota dewan yang lain serta jajaran Pemkot Samarinda bisa ikut bekerjasama dalam menyusun perda perlindungan anak dan perempuan. Sehingga , kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan seperti ini bisa dicegah dan dihentikan.

“Samarinda ini kayak (seperti) gula, banyak yang mau datang kesini. Tapi mereka yang datang tidak membawa cukup bekal, termasuk mental. Sehingga kekerasan dan aksi premanisme, serta pekerja anak kerap dimanfaatkan oleh oknum tersebut,” ujarnya.(YAN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here