Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Kutai Barat — PT PLN (Persero) kini telah menerangi Kecamatan Bongan, Kutai Barat dengan listriknya. Sebelumnya, kecamatan ini hanya mengandalkan generator set (genset) warga yang hanya menyala pada malam hari saja.

Dengan diresmikannya PLTD Bongan 2×500 kW oleh Bupati Kutai Barat, FX Yapan, yang dilakukan secara simbolis melalui penyalaan PLTD Bongan dan seremoni penyalaan listrik di Kecamatan Bongan, Kamis (13/06).

FX Yapan dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kinerja PLN dalam melistriki Bongan. Listrik PLN untuk warga Bongan menyuplai lima desa yaitu Desa Bukit Harapan, Resak, Jambuk, Jambuk Makmur, dan Muara Gusik.

“Masuknya listrik PLN tentunya sudah sangat dinantikan oleh warga disini. Sekarang dengan sudah adanya listrik PLN, diharapkan dapat menjadi motor untuk menggerakan roda perekonomian di Bongan. Selain itu layanan pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan masyarakat dapat melayani warga secara lebih optimal,” ujarnya.

Sementara itu Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Samarinda (UP3 Samarinda) Yuliandra Syahrial Nurdin mengatakan, PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara bahwa listrik untuk Bongan pengerjaannya telah dimulai pada pertengahan tahun 2018 lalu dan baru rampung pada Mei 2019.

“Bulan lalu proyek infrastruktur sudah selesai. Terdiri dari jaringan listrik tegangan menengah 20 kV sejauh 37,14 kms dan Jaringan tegangan rendah sejumlah 21,83 dengan kapasitas 1.550 kVA.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Samarinda (UP3 Samarinda) Yuliandra Syahrial Nurdin (kiri) menerima kenang-kenangan dari Bupati Kutai Barat, FX Yapan.
Saat ini kami telah menyambung listrik untuk 800 pelanggan dan masih ada penambahan potensi hingga 2000 pelanggan,” jelas Yuliandra.

Melalui PLTD Bongan 2×500 kW, saat ini sistem kelistrikan di Bongan akan beroperasi 12 jam, yakni dari pukul 18:00 – 06:00 WITA. Namun demikian, kedepannya masih akan dilakukan upaya lanjutan dengan melakukan perluasan jaringan ke desa-desa lain di Bongan yang belum terlistriki, sehingga listrik PLN bisa dirasakan merata untuk seluruh warga disana.

“Kami tentunya juga berterimakasih pada Pemerintah Daerah Kutai Barat atas sinergi yang dibangun dengan sangat baik. Tanpa adanya sinergi tersebut pasti sulit bagi PLN dan Pemerintah dapat menyelesaikan program ini,” lanjutnya.

Sebelum listrik PLN masuk, warga Bongan mendapatkan listrik melalui mesin genset desa maupun genset pribadi. Pada kondisi ini, biaya operasional yang dikeluarkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan energi listrik sehari-hari relatif tinggi.

“Untuk durasi nyala listrik 4-5 jam sehari, biayanya cukup tinggi. Untuk itu kami bersyukur akhirnya listrik PLN masuk ke desa kami, sehingga kami bisa nyaman menggunakan listrik untuk mendukung aktivitas sehari-hari”, ujar Nasrullah, salah satu warga Bongan.

PLN UIW Kaltimra telah mendeklarasikan bahwa 100 persen desa di Kalimantan Timur telah berlistrik. Adapun dari 1.038 desa, sampai dengan saat ini sudah 748 desa di Kalimantan Timur yang sudah teraliri listrik PLN dan akan terus bertambah seiring dengan terus dilakukan pembangunan jaringan listrik pedesaan.

“Upaya demi upaya masih akan berlanjut untuk terus melistriki negeri dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui hadirnya listrik. Untuk itu kami menghimbau kepada seluruh warga agar senantiasa menjaga apa infrastruktur kelistrikan dari segala macam upaya perusakan atau pencurian tenaga listrik demi kenyamanan bersama,” tutup Yuliandra.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here