Olahan kayu Veneer Kruing sejumlah 67,1627 m3 senilai 602 juta tujuan India, disamping komoditas pertanian lainnya dari Kaltim.

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) kembali melepas beberapa komoditas ekspor yang berasal dari Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Samarinda, pada Kamis (8/8).

Berbeda dengan pelepasan ekspor sebelumnya, kali ini selain diekspor hasil olahan kayu Veneer Kruing dan hasil olahan turunan kelapa sawit Palm Kernel Expeller (PKE), juga diekspor lada biji, sarang burung walet, taring babi dan pisang kepok serta nanas srikaya.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, drh. Agus Sunanto yang mewakili Kepala Barantan saat lepas ekspor di Kantor Karantina Pertanian Samarinda mengatakan, bahwa Kaltim memiliki beragam komoditas pertanian unggulan untuk diekspor. Selain itu, Kaltim juga menjadi provinsi penyumbang ekspor dan neraca perdagangan bagi Indonesia.

“Ekspor itu susah-susah mudah. Awalnya memang terlihat sulit karena banyak persyaratan yang harus dipenuhi eksportir. Namun jika sudah mendapatkan jalannya, maka ekspor itu menjadi mudah karena telah tahu apa yang diminta dan disyaratkan oleh negara tujuan. Untuk itu, petugas-petugas kami siap membantu masyarakat yang ingin melakukan ekspor,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Samarinda, drh. Agus Sugiyono mengungkapkan pelepasan ekspor produk kayu olahan dan pertanian kali ini berupa hasil olahan kayu Veneer Kruing dan hasil olahan turunan kelapa sawit berupa Palm Kernel Expeller (PKE), juga diekspor lada biji, sarang burung walet, taring babi, pisang kepok dan nanas.

“Di Kaltim berbagai komoditas unggulan seperti hasil karet olahan, produk kayu olahan seperti plywood, moulding, veneer kruing, lada biji dan produk olahan turunan kelapa sawit telah rutin di ekspor ke berbagai negara seperti Cina, Vietnam, Myanmar, India, Taiwan, dan bahkan hingga ke Amerika Serikat,” jelasnya.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, drh. Agus Sunanto (kanan) didampingi Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Samarinda, drh. Agus Sugoyono (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Agus menuturkan bahwa sebelumnya Kaltim merupakan salah satu daerah penghasil rempah di Kalimantan, namun seiring berkembangnya waktu Pulau Kalimantan menjadi penghasilan kayu terbanyak di Indonesia. Oleh karena itu hasil olahan kayu masih tetap menjadi primadona ekspor di Kaltim hingga saat ini.

Acara ini juga turut diserahkan Phytosanitary Certificate (PC) untuk tiga perusahaan ekspor dari Kaltim yaitu PT sumber Alam Mitra Indonesia, PT Sumatera Bulkers dan PT Kayu Alam Perkasa Raya.

Pelepasan ekspor kali ini berupa hasil olahan turunan kelapa sawit Palm Kernel Expeller (PKE) sebanyak 1.996,78 ton senilai 2,23 miliar tujuan Vietnam, olahan kayu Veneer Kruing sejumlah 67,1627 m3 senilai 602 juta tujuan India.

Selain itu ada juga ekspor hasil perkebunan berupa lada biji sebanyak 5 ton dengan nilai ekspor sebesar 476 juta dengan tujuan ekspor ke Vietnam, sarang burung walet sebanyak 7,1 ton dengan nilai Rp86,136 miliar dengan tujuan Malaysia dan Cina serta ekspor taring babi sebanyak 431 kilogram dengan tujuan Thaimand dan Vietnam senilai Rp863 juta.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here