Robi Anjal yang berpura-pura mati dan hidup kembali akhirnya diminta bertobat oleh kiayi pesantren Pondok Pesantren Karongan, Sampang, Madura.

Oleh: Azhar AP / Yuliawan A

Poskaltim.com, Sampang – Dengan motif ingin terkenal memalui jalan pintas terbongkar, Robi Anjal (38) yang membuat warga heboh, akhirnya menyesali perbuatannya. Bersama istrinya Hindun, Robi membuat pernyataan di hadapan polisi untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Setelah menyesali perbuatannya, dia juga meminta maaf kepihak pesantren dimana wasiat Robi ingin dimakamkan di lahan milik Pondok Pesantren Karongan, Sampang, Madura.

Pria asal Pontianak ini meminta maaf kepada para sepuh Pondok Pesantren Karongan. Setelah diperiksa dan mengakui telah berbohong, pasangan suami istri tersebut diantar ke pesantren oleh petugas Polres Sampang, Senin (29/7).

Keduanya meminta maaf ke kiyai pesantren, KH Fauroq Alawi LC, KH Mawardi, dan KH Juwini Alawi. Pria berambut panjang kelahiran Pontianak 17 Maret 1981 itu langsung menunduk dan mencium tangan Pengasuh Pondok Pesantren KH Fauroq Alawi sambil meminta maaf.

KH Farouq Alawi menyatakan menerima permintaan maaf pasangan suami istri yang telah menghebohkan masyarakat di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Dia meminta agar Robi bertaubat, dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Saya minta juga dipotong rambutnya, semoga tidak terulang kembali dan semoga ada hikmah di balik ini,” ujarnya.
Kasubbag Humas Polres Sampang Ipda Eko Puji Waluyo menjelaskan, dengan permintaan maaf itu, maka kasus tersebut sudah dianggap selesai. Selanjutnya, yang bersangkutan dipulangkan ke Mempawah, Kalimantan Timur.

“Sudah meminta maaf atas kekhilafan yang dilakukan Robi kepada pihak pondok dan pengaduan sudah dicabut sehingga dipulangkan,” ujar Eko.

Sebelum dilepaskan, pelaku diminta membuat pernyataan di atas materai. Berikut pernyataan tertulisnya, dikutip dari Antara:

“Sehubungan dengan peristiwa pada Jumat 26 Juli 2019 kemarin saya yang berpura-pura meninggal dunia lalu hidup kembali sehingga membuat masyarakat resah dan mencemarkan nama baik pondok, maka saya beribu-ribu maaf dan sedalam-dalamnya memohon maaf kepada pihak pondok dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dimaksud serta apabila mengulangi maka sanggup dituntut hukum yang berlaku,” ucap Robi saat membacakan surat pernyataan dihadapkan KH Farouq Alawi, Pengasuh Pondok Pesantren At-Taroqqi Karongan, Senin (29/7).

Diberitakan sebelumnya, Robi pura-pura meninggal dalam perjalanan dari Jawa Barat menuju Demak. Pihak keluarga sengaja membawa jasad Robi ke Pondok Karongan Sampang. Ceritanya, pelaku sebelumnya pernah berwasiat agar dimakamkan di sekitar Pondok Pesantren Karongan, Sampang, Madura. Di sekitar pondok ada makam keluarga pengasuh pesantren.

Jenazah Robi diantar menggunakan sebuah mobil ambulans dari salah satu klinik di Malang, Jawa Timur. Namun, sesampainya di Pondok Pesantren Karongan, jasadnya tiba-tiba bergerak, memperlihatkan tanda-tanda bahwa ia masih hidup.

Jasad Robi yang pura-pura mati langsung kejang dan berteriak. Tubuhnya jatuh dari atas ranjang ambulans dan Robi langsung bangun. Secara fisik, dia terlihat sehat dan tidak pucat. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here