Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan bahwa di balik kemudahan penggunaan teknologi digital, terdapat risiko bahaya yang menanti.

Oleh: Suandri Ansah / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan bahwa di balik kemudahan penggunaan teknologi digital, terdapat risiko bahaya yang menanti. Pengumpulan data hingga pemetaan perilaku pengguna juga rentan disalaghunakan.

“Ada smartphone, ada smartwatch yang bisa terhubung dengan smart home, smart office, dan smart-smart yang lain-lainnya,” ujar Presiden saat meresmikan Pengoperasian Ring Palapa, di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/10) siang.

“Semuanya bisa mengumpulkan data tanpa pemakainya menyadari bahwa dia sedang menyumbang data-data,” imbuhnya. Perilaku bangsa Indonesia bisa ketahuan, perilaku satu kabupaten, satu provinsi, atau satu negara bisa ketahuan dari sini.

Ia menambahkan bahwa hal itu bisa dilakukan dengan sangat mudah, bisa real time.
“Riset pasar, orang Papua senangnya apa tahu, Maluku senangnya apa tahu, orang Kalimantan senangnya apa tahu, orang Jawa senangnya apa tahu dari sini,” katanya.

Dia meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperketat pengamanan data. Jangan sampai data masyarakat, selera konsumen hingga selera pasar disalahgunakan pebisnis nakal.

“Sehingga mereka bisa menggrojoki kita dengan produk-produk sesuai dengan selera yang kita inginkan,” tegasnya. Pemerintah pun, lanjut Presiden, bisa memanfaatkan big data tersebut untuk melakukan telaah kebijakan. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here