Oleh: Rudi Hasan / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Presiden terpilih Joko Widodo, diingatkan agar penuntasan kasus penyidik senior KPK Novel Baswedan, segera diungkap paling lambat sehari sebelum pelantikan presiden.

Hal ini diingatkan oleh Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) agar kasus penyiraman air keras pada Novel Baswedan dapat segera dituntaskan. Ketua WP KPK, Yudi Purnomo Harahap, ingin agar tenggat waktu tiga bulan pengungkapan kasus dipenuhi.

“Sehingga, kami berharap pada 19 Oktober 2019 nanti pelakunya baik di lapangan maupun pelaku intelektualnya akan tertangkap dan diadili atas kejahatannya,” ujar Yudi di Jakarta, Sabtu (27/7).

Dia menuturkan, tanggal tersebut sesuai dengan dimulainya pengusutan kasus oleh tim bentukan presiden yaitu 19 Juli. Selain itu, 19 Oktober 2019 punya makna khusus. Sebab, pada 20 Oktobernya Jokowi akan dilantik melanjutkan kepemimpinannya lima tahun lagi.

Yudi mengatakan, presiden tak bisa lagi mengelak dan mengulur-ulur kasus. Sebab penuntasan kasus ditunggu semua pihak, termasuk dari luar negeri. “Kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan menjadi perhatian dunia ketika Amnesty International (lembaga penegak HAM internasional) membahasnya di Kongres Amerika,” katanya.

Dia berharap Presiden Jokowi bisa konsisten mengusut kasus Novel. Sebab, jika dibiarkan berlarut, itu akan mengganggu kinerja kepala negara. Pembiaran kasus Novel, kata Yudi, sama juga dengan membiarkan penyidik atau pegawai KPK lainnya menerima intimidasi dan serangan dari penjahat.

“Agar tidak menjadi beban bagi jalannya pemerintahan kedepannya. Sekaligus merealisasikan janji Presiden bahwa kasus ini akan dituntaskan,” kata dia.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here