Pratu DAT juga terancam hukuman berat berupa hukuman mati atau penjara seumur hidup. Ancaman ini sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Undang-Undang Darurat 12 Tahun 1951.

Oleh: Achmad Syaiful / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jayapura – Seorang anggota Kodim 1710/Mimika Prajurit satu (Pratu) DAT akhirnya ditangkap setelah sekian lama menjadi buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Dia ditangkap saat berada di Sorong, Minggu (4/8).

Dia diduga terlibat kasus penjualan amunisi kepada warga sipil. Selain ancaman pemecatan, Pratu DAT juga terancam hukuman berat berupa hukuman mati atau penjara seumur hidup. Ancaman ini sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Undang-Undang Darurat 12 Tahun 1951.

“Kita akan berikan tindakan tegas, karena telah membuat citra negatif institusi. Secara hukum juga melanggar UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ancamannya paling berat bisa hukuman mati, bisa juga penjara seumur hidup, bisa juga penjara 20 tahun,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letnan Kolonel Cpl Eko Daryanto saat dihubungi Pospapua.com di Jayapura, Selasa (6/8).

Sebelumnya, aparat kepolisian menggagalkan penyelundupan 80 butir amunisi dan satu magasen peluru jenis SS1 di salah satu gudang barang, Bandar Udara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, 30 Juli 2019.

Adapun 80 butir amunisi ini terdiri dari 44 butir amunisi untuk senjata jenis SS1, 32 butir amunisi senjata jenis revolver, 1 butir amunisi senjata jenis AK 47 dan 3 butir amunisi senjata jenis V2.

“Selama berada di Sorong, yang bersangkutan menginap di beberapa tempat secara berpindah-pindah. Satu malam menginap di Arteri, kemudian pukul 23.00 WIT begeser ke rumah rekannya Neken sampai dengan Pratu DAT ditangkap dan diamankan pada pukul 08.02 WIT,” katanya.

Saat ini Pratu DAT telah dibawa ke Jayapura menggunakan pesawat JT796 dari Sorong, Papua Barat. “Sudah tiba di Jayapura pukul 13.10 WIT dan selanjutnya ditahan Markas Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih untuk proses penyidikan lebih lanjut,” terangnya.

Eko menuturkan, penyidik Pomdam XVII/Cenderawasih masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif, serta asal usul amunisi yang dijual Pratu DAT. “Nanti akan didalami motif menjual amunisi itu, termasuk berasal dari mana amunisinya,” katanya.

Kodam XVII/Cenderawasi akan memperketat pengawasan setiap anggota dalam penggunaan amunisi dan pengamanan di gudang senjata serta amunisi setiap hari. (YAN/INI Metwork)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here