Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho.

Oleh: Rizki Daniarto / Yuliawan A

Poskaltim.com, Surabaya – Poltabes Surabaya akan memanggil dan memeriksa lima orang perwakilan organisasi masyarakat (ormas) terkait dugaan perusakan bendera Merah Putih yang terjadi di depan Asrama Mahasiswa Papua (AMP), Jalan Kalasan, Surabaya, Jumat (16/8) lalu.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan Satreskrim. Rencananya, kelima saksi diperiksa esok, Sabtu (24/8).

“Karena ini negara hukum, kita akan menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku. Kita dengarkan keterangan dari lima saksi itu Sabtu,” kata Sandi, Jumat (23/8).

Kelima saksi tersebut adalah Susi Rohmadi (FKPPI), Dj Arifin (Sekber Benteng NKRI), Arukat Djaswadi (Sekber Benteng NKRI), Basuki (Pemuda Pancasila), dan Agus Fachrudin alias Gus Din (Wali Laskar Pembela Islam Surabaya).

Sandi juga menegaskan, isu pengusiran yang beredar di media sosial adalah tidak benar. Sebanyak 43 mahasiswa Papua yang dibawa ke kantornya hanya untuk dimintai keterangan. “Selanjutnya mereka malam itu juga dipulangkan ke asrama,” kata dia.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, polisi belum punya cukup bukti untuk meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan. Belum ada tersangka yang ditetapkan untuk dugaan penistaan lambang negara ini.

“Semua, 43 orang (mahasiswa) sudah kami periksa, kami interograsi, kami tuangkan dalam berita acara. Mereka mengaku tidak tahu. Kami cari bukti lain untuk mencari dua orang (pelaku) ini. Belum cukup bukti. Kami belum bisa tentukan tersangka,” katanya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here