Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol M. Iqbal

Oleh : Fichri Hakiim / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Insiden tewasnya dua mahasiswa dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, pada Kamis (26/9), Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol M. Iqbal mengatakan turut menyesali insiden tersebut.

Institusi Polri, ujarnya tidak ingin kejadian serupa terulang kembali.
Sementara itu, Irjen Pol Iqbal mengatakan dalam mengamankan dan melayani unjuk rasa petugas kepolisian dilarang menggunakan senjata.

“Senjata itu tidak dibawa, apalagi menggunakan peluru karet maupun peluru tajam. Wong senjatanya saja tidak dibawa,” ujarnya.

Iqbal menambahkan, petugas kepolisian sudah dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam melaksanakan tugasnya. “Petugas kepolisian hanyak membawa pentungan, tameng dan helm, personel harus melindungi diri sendiri, kita juga manusia,” tambahnya.

Kemudian, ia mengatakan banyak tayangan-tayangan aksi demo sudah beredar di media sosial, menggunakan gas air mata dan water canon yang digunakan untuk memelihara keamanan.

“Itu perlu saya sampaikan. Karena demonstran sudah mulai tidak kondusif. Kalau tidak menggunakan water canon & gas air mata akan banyak yang rusak,” ujar Iqbal kepada wartawan di Jakarta Jumat (27/9).

Sementara itu, aksi demo yang berlangsung sejauh ini telah memakan korban. Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Yusuf Kardawi mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Bahteramas, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (27/9) pukul 04.17 WITA.

Almarhum Yusuf mengalami perdarahan hebat di bagian kepala, sehingga harus menjalani operasi. Menurut pihak rumah sakit, kepala mahasiswa jurusan teknik itu retak dan mengalami gegar otak.
Sebelumnya, kasus yang sama menimpa mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo, Immawan Randy. Ia meninggal dalam demo tersebut dengan luka tembak di dada. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here