Unit Reskrim berhasil menangkap jambret motor dan membongkar jaringan penadah barang curian ini.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa SH SIK merilis hasil pengungkapan kasus Pencurian dengan Kekerasan atau di masyarakat lebih dikenal dengan istilah jambret. Kejadian ini terjadi pada tanggal 24 Juli 2019 lalu.

Kasus yang menimpa korban bernama Suryati, seorang ibu rumah tangga yang tengah bersama anaknya berkendara di jalan Pangeran Suryanata. Kedua pelaku datang dari arah belakang korban dan menarik tas korban dengan terlebih dahulu menyabetkan senjata tajam yang dibawa dan melukai siku korban.

Korban yang kaget akan adanya jambret motor ini tidak dapat melawan dan tidak dapat berbuat apa-apa, apalagi siku kanan korban robek mengeluarkan darah segar.

”Akibat kejadian ini korban mengalami kehilangan sebuah tas yang berisi uang tunai Rp7 juta, satu unit telepon genggam Samsung A7, emas 100 gram, buku tabungan dan surat surat berharga lainnya. Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp80 juta,” ujar AKP Damus Asa, Kamis malam (12/9).

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan tersangka penjambretan berinisial Junaidi (JD) dan Marhendra Saputra (MS) pada pertengahan bulan Agustus lalu di Kecamatan Samarinda Seberang. Kemudian dari hasil pengembangan, personel mendapat laporan dari masyarakat bahwa tersangka A dan M diduga membeli barang hasil curian dari tersangka JD dan MS ini.

Kemudian personel melakukan penangkapan terhadap A dan M pada hari Selasa, 10 September 2019 di Jl KH Wahid Hasyim, Sempaja. Diketahui JD dan MS menjual satu unit telepon genggam Samsung A7 seharga Rp 800 ribu kepada tersangka A.

Oleh tersangka A, telepon genggam tersebut dijual kembali dengan harga Rp 1 juta kepada tersangka M. Sementara uang hasil menjambret sebesar Rp7 juta dibagi dua oleh tersangka JD dan MS, sedangkan tas korban dibuang ke anak sungai sekitar Jl Meranti, sekitar 5 Km dari tempat kejadian.

Dari hasil penangkapan, personel menyita barang bukti satu unit telepon genggam dari tangan M dan uang tunai Rp385.000, yang merupakan sisa hasil penjualan telepon genggam dari tangan A.
“Para tersangka ini disangkakan melanggar pasal 365 ayat 2 KUHP dan diancam dengan hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara,” tegas Damus.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here