Polresta Samarinda membentuk Unit Reaksi Cepat dalam mengantisipasi mudik lebaran 2019

Oleh ; Mashardiansyah

Poskaltim.com, Samarinda — Mengantisipasi lonjakan arus mudik di Kota Samarinda, Polresta Samarinda mendirikan Pos Pengamanan di sejumlah titik yang dinilai rawan akan kemacetan dan kecelakaan. Pendirian pos pengamanan ini juga dalam rangka Operasi Ketupat 2019 dalam pengamanan Lebaran Idul fitri 1440 Hijriah.

Tak hanya mendirikan sejumlah pos pengamanan, Polresta Samarinda Juga membentuk Unit Reaksi Cepat (URC) yang merupakan gabungan dari instansi terkait yakni, TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), LLAJ, PMI Serta instansi terkait lainnya.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol. Vendra Riviyanto melalui Kasubbag Humas Polresta Samarinda Ipda Danovan, yang ditemui Jumat (31/5) mengatakan kegiatan ini dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya menjelang arus mudik, dengan kekuatan personel sebanyak 600 personel gabungan.

“Jadi apabila ada kecelakaan, URC inilah yang akan mendatangi ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memberikan pertolongan secepatnya,” jelas Danovan.

Sedikitnya ada 14 pos pengamanan yang didirikan di sejumlah jalan utama di Samarinda antara lain di Jalan DI Panjaitan, Jalan Poros Samarinda-Bontang, Jalan Pulau Irian, Jalan Gajah Mada serta jalan utama lainya yang dinilai rawan akan kemacetan dan kecelakaan.

Seorang petugas yang ditemui Poskaltim.com , Bripka Mujianto mengatakan hingga saat ini kondisi lalu lintas terbilang lancar meski di jam-jam sibuk sempat mengalami kepadatan.

“Tugas kami membantu kelancaran untuk arus lalu lintas, mau itu dari dalam kota ke luar kota maupun sebaliknya, dari pagi sampai sekarang, untuk arus lalu lintas lumayan padat akan tetapi terbilang lancar,” jelas Muji yang ditemui pada sore hari.

Muji pun menjelaskan bahwa pos pengamanan tersebut menyediakan berbagai fasilitas khususnya bagi kendaraan antara lain bengkel untuk service motor dan mobil, dan juga mobil derek yang disiagakan apa bila ada terjadinya kendaraan mogok di jalan, serta PMI guna memberikan pertolongan pertama bagi pengendara yang mengalami kecelakaan.

Ipda Danovan dan Bripka Mujianto menghimbau khususnya bagi pengendara yang hendak melakukan perjalanan mudik ke luar kota dengan jalur darat, agar lebih berhati-hati, karena cuaca yang tak menentu kadang hujan kadang panas terik.

“Saya menghimbau agar masyarakat berhati-hati, selalu menggunakan sabuk pengaman (sefety belt) untuk keselamatan diri sendiri, maupun perlengkapan kendaraan lainnya yang harus diperhatikan,” imbau Ipda Danovan dan Bripka Mujianto.(MSD/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here