Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Unit Jatranras Polres Samarinda dan bekerjasama dengan Polres Berau memburu pencuri dan penadah sepeda motor yang kabur ke Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.

Hasilnya, Polres Samarinda dan Berau berhasil menangkap seorang residivis spesialis kendaraan bermotor berinisial SUK. Dari hasil pengembangan SUK mengakui jika ia tidak saja beroperasi di Berau, melainkan juga beberapa kota lainnya seperti Samarinda dan Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Tersangka SUK mengakui bahwa pencurian yang dilakukan terbanyak di Kota Samarinda dengan 20 TKP (tempat kejadian perkara). Selain itu juga polisi berhasil mengamankan pencuri lainnya jaringan SUK yang berinisial BAS.

“Sedangkan penadah barang curian SUK dan BAS berinisial MUL yang berada di Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, dengan barang curian sebanyak 13 unit sepeda motor roda dua,” ujar Kasat Reskrim Polres Samarinda, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Damus Asa pada Kamis sore (31/10).

Polres Samarinda, hingga kini kini masih melakukan pengembangan terhadap MUL yang menadah barang curian dan menjualnya kembali dengan harga yang sangat murah yaitu seharga Rp1,5 juta per unit sepeda motor.

Saat melakukan penggerebekan BAS, polisi terpaksa menembak kaki tersangka karena melakukan upaya perlawanan terhadap petugas kepolisian.

Sepeda motor yang dicuri oleh BAS dan SUK ini dijual di daerah perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Muara g dan sekitarnya dengan harga sekitar Rp1,5 juta.

BAS (39) melakukan aksinya pada kendaraan yang tidak terkunci setang ataupun yang kunci masih menempel di kendaraan. “Saat korbannya lengah dan tidak mengawasi, disitulah BAS membawa kabur sepeda motor incarannya,” ucap Damus Asa,

Selain mengamankan SUK dan penadahnya, Polresta Samarinda juga mengamankan seorang pencuri lainnya berinisial SN. SN melakukan aksi pencurian sejak Januari dengan 11 titik pencurian lainnya.

Pelaku SN melakukan aksinya dengan memutus kabel kontak dengan gunting dan menyambungnya sehingga mesin motor menyala. SN ini juga merupakan residivis karena memiliki keahlian sebagai montir.

Jumlah barang bukti yang berhasil diamankan Polres Samarinda dan Berau berjumlah sebanyak 15 kendaraan bermotor. Namun tiga unit akan di bawa ke Berau karena lokasi tempat kejadian perkara terjadi di wilayah hukum Kabupaten Berau.

“SUK dan BAS satu jaringan sedangkan SN jaringannya berbeda. Jadi dua jaringan,” jelasnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here