Arteria Dahlan menjadi sorotan masyarakat setelah tampil di Mata Najwa, dengan emosi yang meledak-ledak dan tanpa etika kesopanan.

Oleh: Eko P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, mendadak viral setelah tampil di acara Mata Najwa. Arteria dinilai sebagai politisi yang tidak beradab, tidak memiliki etika sopan santun dan memiliki emosi yang labil.

Bahkan budayawan Sujiwo Tedjo minta Ketua PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta maaf kepada ekonom senior yang juga mantan Guru Besar UI Prof Dr Emil Salim, atas perilaku di luar batas yang ditunjukkan anak buahnya.

Nama Arteria Dahlan juga menjadi trending topik di media sosial di Indonesia. Hingga pukul 13.30 WIB sekitar 99 ribu postingan menyebut namanya, isinya bermacam-macam, mulai dari berbagai hujatan hingga keprihatinan atas politisi muda yang baru saja dilantik ini.

Profil Arteria Dahlan di Wikipedia juga dirubah entah oleh siapa dengan menambahkan embel-embel ‘bacot’ dan menyebut politikus PDIP itu gila hormat.

“Arteria Dahlan, S.T., S.H., M.H.B.A.C.O.T adalah seorang tukang bacot pengacara dan politisi yang gila hormat di Indonesia dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.Yak pokoknya buat keluarga beliau.. SABAR aja ya.. Gua yang bukan siapa-siapa aja malu apalagi kalian. Sabar ya…,” demikian profil Arteria Dahlan hasil suntingan seseorang beberapa waktu lalu yang dilihat di laman pencarian, Kamis (10/10).

Mungkin dinilai vandalisme, versi wikipedia sudah kembali normal saat ini.
Berikut ini beberapa komentar warganet yang dirangkum redaksi.

Sementara netizen yang lain mengungkap soal perilaku Arteria Dahlan sebelumnya yang pernah mengumpat dengan menyebut Kementerian Agama ‘Bangsat’. Hal ini terjadi dalam forum resmi rapat DPR RI dengan Kementerian Agama.

Atas pernyataannya tersebut, Arteria dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) oleh Kemenag.

Arteria juga membuat heboh publik setelah meminta dipanggil dengan sebutan ‘Yang Terhormat’ oleh pimpinan KPK. Hal itu terjadi saat rapat Komisi III DPR pada 2017 lalu.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here