Oleh: Jee Jaini / Yuliawan A

Poskaltim.com, Surabaya – Politikus Partai Gerindra AH Thony menyayangkan insiden yang terjadi di asrama mahasiswa Papua Jalan Kalasan Surabaya, Jumat (16/8). Untuk mencairkan kembali suasana, perlu pendekatan budaya Papua bagi masyarakat Surabaya.

Thony yang juga merupakan seorang seniman ini mengatakan, seharusnya kerusuhan tersebut tak perlu terjadi. Semua adalah anak bangsa yang harus mendapatkan hak yang sama di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita jangan terbebani dengan permasalahan kemarin. Mahasiswa Papua dan kawan-kawan ormas itu kan sama dalam bingkai sebagai bangsa Indonesia. Tidak ada perbedaan,” ungkap AH Thony, Selasa (20/8).

Agar kejadian tak berlarut-larut sehingga dikhawatirkan dapat dimanfaatkan pihak ketiga, maka Thony berharap pemerintah secepatnya bergerak dan berkomunikasi dengan tokoh masyarakat Papua maupun tokoh agama.

“Pemerintah, kepolisian, dan pihak yang kompeten lakukan komunikasi dengan kawan Papua. Lakukan pendekatan agama. Pendekatan dengan kegiatan gereja, atau dengan tokoh agama Islam. Itu lebih dewasa. Kan punya walikota yang luar biasa. Dua belah pihak bisa duduk bersama,” katanya.

Cara lain, kata Thony, pemerintah bisa menggandeng para seniman untuk menggelar kegiatan seni yang melibatkan kedua belah. Mumpung saat ini masih bertepatan dengan momen HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Mungkin bisa digelar Parade budaya Papua di Surabaya. Undang para seniman. Itu kan hasilnya meriah dalam rangka peringatan 17 Agustus. Ini adalah penghormatan pada bangsa dalam satu panggung indah,” katanya kembali. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here