Oleh : Achmad Syaiful | Yuliawan A

Poskaltim.com, Jayapura – Tim gabungan Polres dan TNI Jayapura Kota dan Polda Papua terus melakukan penyisiran terhadap mahasiswa untuk meminimalisir radikalisme dan perbuatan inkonstitusional.
Tim gabungan telah menyisir Rusunawa dan Asrama Mahasiswa di lingkungan Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, Senin (9/9). Dari penggerebekan itu, 18 orang ditangkap dan sejumlah atribut Bintang Kejora disita.

Polisi juga mengamankan sejumlah senjata tajam dan senjata tradisional berupa panah. Penggerebekan ini disaksikan Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja bersama Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas.

Atribut Komite Nasional Papua Barat (KNPB) serta pakaian bermotif loreng turut diamankan dari lokasi. Bahkan sejumlah sepeda motor juga diangkat aparat kepolisian, karena terindikasi hasil kejahatan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menyebutkan, belasan orang ini kini telah dibawa ke Markas Komando Satuan Brimobda Papua, Jayapura. Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan di Markas Brimobda Papua terkait aksi unjuk rasa anarkis di Jayapura.

“Mereka sudah diamankan di Mako Brimobda Papua. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan apakah ada keterlibatan dengan unjuk rasa di Jayapura 29 Agustus lalu atau tidak,” kata Kamal di Media Center Humas Polda, Senin (9/9).

Kasubag Humas Polres Jayapura Kota, Iptu Jahja Rumra saat dihubungi Pospapua.com menegaskan, penggeledahan telah dilaksanakan sejak pagi. Sekitar 300 personel dilibatkan, termasuk anggota BKO (bantuan kendali operasi) Brimob Nusantara.

“Kapolre dan anggota masih di lapangan. Sejauh ini kami belum mendapat informasi apa saja yang diperoleh, ” kata Jahja Rumra, Senin (9/9) malam.

Sebelumnya, ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa susulan di Kota Jayapura. Aksi yang berlangsung pada Kamis (29/8) berlangsung rusuh. Puluhan bangunan, rumah warga, tempat usaha dan kendaraan bermotor ludes dibakar.

Pecahnya kerusuhan di Jayapura menyebabkan jaringan telekomunikasi seluler dan aliran listrik ke rumah pemukiman warga terputus. Kondisi ini menyebabkan situasi Kota Jayapura mencekam, bahkan aktivitas perkantoran dan perekonomian lumpuh.

Polda Papua juga menetapkan koordinator aksi demonstrasi di Jayapura pada 29 Agustus, sebagai tersangka. Keduanya diketahui berinisial FK dan AG.

Kedua koordinator dimaksud merupakan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip, serta Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ). Kedua tersangka saat ini telah ditahan di Markas Satuan Brimobda Papua.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here