Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/8). menerangkan jika polisi tengah menyelidiki beberapa akun medsos yang diduga adalah provokator kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Oleh: Eko P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Ada lima akun media sosial yang diduga sebagai provokator dalam kerusuhan di Papua dan Papua Barat diselidiki oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri . Pihak kepolisian menyebutkan detil kelima akun media sosial tersebut karena demi kepentingan penyelidikan.

“Ada lima akun media sosial yang didalami, masih penyelidikan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/8).

Awalnya demonstrasi berujung kericuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8). Sejumlah jalan diblokir mahasiswa dan masyarakat dengan cara membakar ban kendaraan. Mereka juga merusak sejumlah fasilitas umum serta membakar Gedung DPRD Papua Barat.

Di Jayapura, Papua, massa turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi. Kemudian unjuk rasa juga terjadi di Sorong, Papua Barat, yang berujung pada perusakan fasilitas publik, salah satunya perusakan kaca di Bandara Domine Eduard Osok.

Selanjutnya terjadi aksi massa di Fakfak, Papua Barat, pada Rabu (21/8) yang berujung pada pembakaran sebuah pasar. Aksi massa juga terjadi di Timika, Papua, yang berujung massa melempari batu ke Gedung DPRD Mimika.

Para pendemo tersebut memprotes tindakan persekusi dan rasisme yang diduga dilakukan oleh organisasi masyarakat dan oknum aparat terhadap para mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur, yang terjadi pada Sabtu pekan lalu.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here