Barang bukti yang diamankan dari mucikari dan PSK yang terjerat dalam prostitusi daring di Balikpapan.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Balikpapan — Direktorat Kriminal Khusus Polda Kaltim melalui Sub Dit Siber berhasil mengungkap praktek prostitusi daring (online) di Kota Balikpapan dengan lokasi di tiga Hotel, yakni HV, HH dan HM pada Kamis (15/8) lalu.

Saat dilakukan konferensi pers di ruang rapat Dit Krimsus Polda Kaltim, Direktur Krimsus Polda Komisaris Besar Polisi Kaltim Budi Suryanto mengatakan, jika pihaknya telah mengamankan dan memeriksa seorang mucikari beserta delapan orang pekerja seks komersial (PSK).

“Saat ini yang diduga mucikari dan PSK nya sudah kita amankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Siber Polda Kaltim,” ujarnya, Senin (19/8).

Pemeriksaan dilakukan untuk menggali dan mendapatkan informasi lebih banyak lagi, apakah mereka ini merupakan jaringan luar kota atau masih ada lagi jaringannya di hotel-hotel lainnya.

Direktur Krimsus juga menjelaskan modus yang digunakan oleh mucikari DH ini yaitu dengan menawarkan para PSK tersebut dengan menggunakan aplikasi MeChat. Para PSK ini ditawarkan dengan harga mulai Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000 sekali kencan. Selain itu rata-rata usia para PSK yang ditawarkan oleh DH berkisar 19-22 tahun.

Direktur Krimsus Polda Kaltim Kombes Pol. Budi Suryanto dalam konferensi pers hasil penindakan kasus prostitusi daring di hotel-hotel di Balikpapan.
“Modusnya di tiap hotel tadi para wanita yang berusia 19-22 tahun ini menunggu. Mucikari DH yang menawarkan kepada orang yang ingin berkencan melalui MeChat, dengan harga sekitar 1 juta-2 juta,” jelasnya.

Lanjut Budi, mucikari DH dan delapan PSK tersebut diancam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dengan ancaman kurungan penjara selama 6 tahun penjara.

“Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Sub Dit Siber Dit Krimsus Polda Kaltim, mucikari beserta pekerja seks komersial ini diancam dengan UU ITE, karena telah bertransaksi melalui aplikasi telepon seluler atau dunia siber, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara,” jelasnya.

Selain mengamankan mucikari dan delapan pekerja seks komersial, petugas juga mengamankan barang bukti berupa delapan unit handphone, satu mesin EDC Merchant Bank BNI, uang cash Rp500.000, empat lembar e-KTP, 24 alat kontrasepsi, dua buku register tamu, dua pelembab, lima pak tisu basah, serta dua botol minyak zaitun.

Selanjutnya kepolisian masih mendalami kasus ini, apakah masih ada jaringan lain di hotel-hotel lainnya. Selain itu juga polisi akan memeriksa para manager hotel yang mereka tempati. Jika nantinya terbukti ada keterlibatan pihak hotel, maka bisa saja para manager hotel tersebut menjadi tersangka.

“Saat ini seluruhnya kita masih mendalami kasus ini. Termasuk pihak hotelnya juga akan kita periksa, namun sejauh ini pihak hotel masih berstatus saksi,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here