-- Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim melalui Direktorat Reserse Narkoba mengamankan tiga orang tersangka yang diduga sebagai kurir narkotika jenis sabu-sabu asal Tawau, Malaysia.

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim melalui Direktorat Reserse Narkoba kembali mengamankan tiga orang tersangka yang diduga sebagai kurir narkotika jenis sabu-sabu di Kota Samarinda, pada Senin (8/7) malam sekitar pukul 21.30 Wita.

Tiga tersangka tersebut masing-masing bernama Abdul Aziz (41), Muhammad Talib (60) dan Jamaluddin (46) yang diamankan di Kecamatan Samarinda Seberang dengan “hadiah” timah panas di masing-masing kakinya. Dari tangan tersangka ini polisi mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 341 gram.

Direktur Resnarkoba Kombes Pol Akhmad Shaury mengatakan, ketiga tersangka ini merupakan salah satu target operasi (TO) pihaknya dan sudah cukup lama dalam pengawasan kepolisian. Sabu yang diperoleh dari ketiga tersangka ini, berasal dari Kota Tawau, Malaysia Timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Utara.

”Sabu berasal dari Tawau, dibawa dari Kabupaten Nunukan, lewat jalur darat ke Kabupaten Berau terus ke Samarinda. Mereka ini berperan sebagai kurir. Itu pengakuan mereka, tapi nanti kita dalami kembali,” ujar Kombes Pol Akhmad Shaury, Selasa (9/7) sore.

Ketiga tersangka terpaksa diberi hadiah timah panas, lantaran saat akan diamankan ketiganya berusaha melawan petugas dan hendak kabur dari sergapan petugas yang akan menangkapnya.
Ketiga tersangka terpaksa diberi hadiah timah panas, lantaran saat akan diamankan ketiganya berusaha melawan petugas dan hendak kabur dari sergapan petugas yang akan menangkapnya.

“Kita ambil tindakan tegas terukur dankarena mereka mencoba melawan kita. Sesuai aturan kita tembak di kaki,” terangnya.

Shaury menambahkan, di Provinsi Kalimantan Timur permintaan narkoba jenis sabu sangat tinggi sehingga barang ini banyak dicari pelaku penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, salah satu tersangka Abdul Aziz mengaku jika dirinya mendapatkan upah dari pekerjaan ini senilai Rp6-7 juta sekali pengiriman. Dan orang yang menyuruhnya tidak pernah ia temui, hanya berkomunikasi melalui sambungan telpon saja.

“Janjinya mau dibayar Rp 6 juta sampe Rp 7 juta tapi belum dikasih,” ujarnya.

Saat ini ketiga pelaku tersebut terpaksa merasakan dinginya jeruji besi Polda Kaltim. Dan mereka dikenakan ancaman hukuman UU Psikotropika dengan ancaman maksimal 20 tahun dan serendah-rendahnya selama lima tahun.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here