PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltimra) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di tiga tempat, dengan daya sebesar 300-400 Mega Watt (MW)

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltimra) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di tiga tempat di Kaltim dan Kaltara, yakni PLTA Tabang di Kaltim, PLTA Kayan dan PLTA Kelai di Provinsi Kaltara.

Direktur Bisnis Regional PT PLN Kalimantan Machnizon mengatakan, diperkirkan dari tiga PLTA tersebut akan menghasilkan daya sebesar 300-400 Mega Watt (MW). Dan saat ini sedang dilakukan kajian terhadap ketiga rencana pembangunan PLTA tersebut.

“Saat ini kita sedangkan kajian ya. Itu sejalan dengan pemikiran provinsi. Kapasitasnya sekitar 300-400 MW. Itu ada di dalam rencana PLN Kalimtra,” ujarnya, Rabu (26/6).

Lanjut Machnizon, listrik yang dihasilkan dari tenaga air ini akan dimanfaatkan untuk kalangan industri yang berkembang di Kaltimra. “Target kita untuk industri bukan rumah tangga. Kalau rumah tangga mungkin engak usah dibangun PLTA, tetapi cukup dengan yang ada sekarang ini,” ujarnya.

Machnizon menambahkan pembangunan PLTA ini juga untuk memperkuat dan mendukung rencana PLN melakukan interkoneksi wilayah Katimantan, mulai dari Kalbar, Kalteng, Kalsel, hingga Kaltim dan Kaltara. Listrik dari tiga PLTA akan masuk dalam interkoneksi Kalimantan pada 2025.

Direktur Bisnis Regional PT PLN Kalimantan Machnizon mengatakan, dari tiga PLTA yang akan dibangun yakni PLTA Tabang di Kaltim, PLTA Kayan dan PLTA Kelai di Provinsi Kaltara.
“Sesuai RUPTL. Kalau investasi lagi studi, dari situ baru diketahui berapa kapasitas, investasi,” terangnya.
Namun pada 2021 diperkirakan akan tersambung semua jaringan listrik mulai dari Pontianak hingga Kaltara. “Masuk semua 2021. Seluruh Kalimantan sampai Pontianak tersambung semua,” ujarnya.

Nantinya kelebihan pasokan listrik dari PLTA ini bisa saja dijual kepada Malaysia yang berbatasan langsung dengan Kalimantan. Misalnya Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Sarawak dan Kaltim dan Kaltara yang berbatasan dengan Sabah.

Di Kalimantan, pemanfaatan air sebagai bahan utama pembangunan PLTA sudah ada di Riam Kanan, Kalsel. Selain PLTA juga akan dibangun PLTS dan tenaga Angin di Pleihari Kalsel.

“Baru tahun ini dilelang target 2021 beroperasi di Pleihari. Kayak di Sulawesi sekitar 70 MW,” jelasnya.

Machnizon juga menyebutkan ketersediaan kelistrikan di Kalimantan Timur cukup mengingat kini sistem kelistrikan telah interkoneksi dengan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kapasitas terpasang di wilayah Kaltim sekitar 1.500 MW dengan beban puncak 1.250 MW sehingga memiliki kelebihan daya listrik sebesar 250-300 MW.

“Kelistrikan Kaltim sudah tersambung (dengan) Kalsel dan Kalteng dengan lebih kurang 1500 MW kapasitas terpasang dengan beban puncak 1250 MW sehingga ada surplus 300 MW. Sebaliknya di Kaltara sistem kelistrikannya belum tersambung secara keseluruhan,” jelasnya.(AND?YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here