Anggota MPR Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis, menilai sidang tahunan MPR pada Jumat (16/8) sangat penting untuk rakyat Indonesia. Maka itu, dia berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato remeh-temeh yang bisa menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat.

Oleh: Muhajir / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Anggota MPR Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis, menilai sidang tahunan MPR pada Jumat (16/8) sangat penting untuk rakyat Indonesia. Maka itu, dia berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato remeh-temeh yang bisa menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat.

“(Pidato Presiden) kalau bahasa dulunya semacam menyihir, memberikan motivasi kuat kepada rakyat,” kata Iskan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/8).

Menurut dia, salah motivasi yang harus disampaikan presiden adalah memberikan semangat dalam menghadapi pertarungan global yang saat ini sangat kuat, terutama di bidang ekonomi. Ini karena sudah menjadi tugas presiden memberikan ketengangan dan meyakinkan bahwa pemimpin memiliki visi dan cita-cita besar besar untuk bangsa ini.

“Jadi, ini sangat penting. Presiden jangan bicara hal yang remeh-temeh, yang tidak mempunyai daya ungkit yang besar,” ucapnya.
Dia mengutip pendapat beberapa pengamat yang memberikan analisis Indonesia 30 tahun ke depan bahwa Indonesia akan menjadi empat negara dengan ekonomi terkuat. Dalam analisis itu menempatkan Tiongkok sebagai Negara terkuat pertama, India di urutan kedua, Amerika ketiga, dan Indonesia merebut posisi keempat.

“Visi-visi besar yang seperti ini yang harus bisa presiden untuk meyakinkan masyarakat, khususnya milenial. Karena bangsa ini nanti akan diwarisi oleh anak-anak muda yang ada sekarang,” katanya.

Iskan kemudian menyebut ada dua masalah penting yang saat ini tengah dihadapi bangsa Indonesia. Pertama, bagaimana mengkonsolidasikan antara konsep demokrasi dan kesejahteraan.

Masalah kedua adalah, hubungan antara nasionalisme dan agama Islam. Kedua hal ini harus menyatu. Selama ini ada anggapan di masyarakat bahwa seolah-olah kalau orang Islam itu tidak nasionalis dan kalau dia nasionalis tidak Islam.

“Ini harus diselesaikan”, kata dia menegaskan. Untuk itu, dia menegaskan kembali saat pidato dalam ST MPR, presiden harus bisa meyakinkan menghadapi persaingan yang sangat besar. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here