Kegiatan first steel cutting, adalah pemotongan plat baja pertama sebagai tanda dimulainya tahap konstruksi proyek Peciko 8A yang dilakukan di fasilitas PT Asta Rekayasa Unggul, Kaltim.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Balikpapan – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) selaku operator Wilayah Kerja Mahakam mengumumkan dimulainya salah satu milestone di proyek pemasangan booster compressor dan deck extension di platform SWP-G Lapangan Peciko.

Kegiatan first steel cutting, adalah pemotongan plat baja pertama sebagai tanda dimulainya tahap konstruksi proyek Peciko 8A yang dilakukan di fasilitas PT Asta Rekayasa Unggul, Kelurahan Senipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Kamis (31/10).

General Manager PHM John Anis mengatakan proyek ini merupakan brown field (pengembangan dari fasilitas yang sudah ada) pertama di PHM dan keberhasilan proyek ini diharapkan akan menjadi standar untuk pelaksanaan proyek brown field selanjutnya.

“PHM terus berupaya tanpa henti untuk mengembangkan potensi-potensi yang masih ada di Wilayah Kerja Mahakam. Dan kami mengerahkan segala daya upaya dan terus mencari berbagai terobosan dan inovasi dalam upaya menahan laju penurunan produksi alamiah, namun dengan tetap mengutamakan keselamatan, efisiensi, dan pengambilan risiko yang terukur,“ jelasnya, dalam rilis yang dikirimkan ke redaksi Poskaltim.com.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Luky Yusgiantoro, Head of Division Engineering Contruction and Project PT Pertamina Hulu Mahakam Jarot Wahyudianto, dan Direktur PT Asta Rekayasa Unggul Suyono Hartowo.

Dijelaskan Anis, proyek Peciko 8A ini adalah penambahan cadangan sebesar 7.3 BSCF gas dan 34 kbbls kondensat, dengan cara menurunkan tekanan alir kepala sumur ke mode operasi sangat rendah (LLP – Low Low Pressure) untuk sumur-sumur di platform SWP-G.

Selanjutnya proyek-proyek booster compressor sejenis sedang dipersiapkan untuk beberapa platform di lapangan Peciko untuk penambahan cadangan di lapangan tersebut. Lebih jauh, booster compressor sedang dikaji untuk diterapkan juga pada lapangan offshore lainnya yaitu lapangan Sisi Nubi dan South Mahakam.

John Anis juga menekankan bahwa pengerjaan proyek dengan nilai yang cukup besar oleh kontraktor lokal merupakan bentuk kepercayaan PHM terhadap kemampuan perusahaan yang berada di sekitar wilayah operasi, sekaligus sebagai wujud nyata komitmen pemberdayaan masyarakat setempat.

Proyek senilai 15,3 juta USD ini dikerjakan oleh kontraktor asli Kalimantan Timur yaitu PT Asta Rekayasa Unggul, dengan melibatkan 100 persen pekerja dari masyarakat Kecamatan Samboja dan sekitarnya.

‘Basic engineering sudah mulai dikerjakan sejak kuartal pertama 2018, sementara pengerjaan proyek diharapkan selesai di kuartal ketiga 2020,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here