Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Sebanyak lima nama telah diusulkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan ke KPU Provinsi, agar para penyelenggara pemilu yang tertimpa musibah baik sakit atau meninggal dunia akan mendapatkan santunan.

Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha mengatakan, sejauh ini KPU Balikpapan belum mendapatkan kepastian terkait petunjuk teknis pemberian santunan tersebut. “Kita sudah ajukan, tapi sampe hari ini belum dapat kepastian dari Provinsi,” ujarnya.

Sejauh ini di Kota Balikpapan sebanyak lima orang telah menjadi korban lama dan beratnya pelaksanaan Pemilu 2019 yang memakan waktu hingga berhari-hari. Tercatat ada tiga orang yang mengalami perawatan di rumah sakit dan dua meninggal dunia.

Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha
“Kita sudah ajukan lima nama, dua yang meninggal dunia dan tiganya yang menjalanin perawatan di rumah sakit,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai berapa besaran santunan yang diberikan kepada korban Pemilu 2019 tersebut, untuk yang masuk rumah sakit akan mendapatkan biaya sebesar Rp8 juta sedangkan yang meninggal dunia sebesar Rp36 juta.

“Informasinya yang dirawat di rumah sakit mendapatkan Rp8 juta dan yang meninggal Rp36 juta. Tapi ini jangan dijadikan patokan dulu ya, soalnya juknis (petunjuk teknis) dari KPU Pusat belum turun, jadi bisa saja berubah,” jelasnya.

Lanjut Thoha, diakuinya tugas yang diemban oleh para penyelenggara pemilu baik PPS dan PPK serta Linmas cukup berat, dan hal ini akan menjadi bahan masukan serta evaluasi ke KPU Pusat dalam penyelenggaraan pemilu serentak di masa mendatang.

“Memang pemilihan umum saat ini sangat berat, korban sudah banyak. KPU hanya bisa beri masukan dan rekomendasi ke Pusat jika harus ada evaluasi soal penyelenggaraan Pemilu 2019,” ujarnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here