Petugas kelurahan memasang pemberitahuan kepada warga agar tidak membuang sampah di TPS yang telah dipindahkan. Bekas TPS ini harus dijaga 24 jam agar membangun kesadaran warga.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Pihak Kelurahan Sungai Kapih beserta pihak Kecamatan Sambutan melakukan aksi yang tak biasa dengan menjaga lokasi bekas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Jalan Mahkota 2.

Kegiatan penjagaaan bekas TPS ini dilakukan selama 24 jam dengan tiga giliran jaga (shift) selama 21 hari ke depan.

Penjagaan ini dilakukan karena masih banyaknya warga yang nakal dan tetap membuang sampah di lokasi tersebut. Padahal TPS tersebut telah dipindah dan sudah tidak difungsikan lagi.

Lurah Sungai Kapih Ahmad Rudjani mengatakan, bahwa pihaknya sengaja melakukan penjagaan ini untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Selain itu juga agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di lokasi TPS yang telah dipindahkan tersebut.

“Kegiatan yang kami lakukan ini agar masyarakat tidak lagi membuang sampah disini, karena sudah beberapa kali kami ingatkan, bahkan dibikin baliho besar namun selalu hilang balihonya. Yah inilah tindakan yang dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup Samarinda dan pihak Kecamatan Sambutan, mudah-mudahan masyarakat bisa sadar tidak membuang sampah (disini lagi),” ujarnya, kepada Poskaltim.com, Kamis (25/7).

Pihak kelurahan juga akan memberikan informasi kemana masyarakat harus membuang sampah mereka. Lokasi yang sudah disiapkan ialah di bawah Jembatan Mahakam Kota 2 yang jaraknya berkisar 2 kilometer dari bekas TPS yang dijaga pihak kelurahan ini.

Demi menjaga lokasi ini, pihak kelurahan bahkan rela membangun tenda dan menginap di lokasi tersebut, dengan kondisi seadanya dan masih tercium aroma sampah . Hal ini rela dilakukan agar warga tidak lagi membuang sampah mereka di lokasi tersebut.

“Meski sudah dijaga, ada saja kalau malam itu kami liat warga yang membuang sampah disini, langsung kami berikan teguran. Ada juga warga yang mucil (bandel), habis dia buang sampah, langsung ngebut dia kabur. Kami menduga tidak cuma warga kami saja yang buang sampah disini, tapi ada juga warga luar,” tuturnya.

Namun, pihak kelurahan juga tak memungkiri, bahwa jumlah TPS di lokasi tersebut masih sangat kurang, sehingga warga sering mengeluh akibatnya sampah yang ada jadi menumpuk. Pihak kelurahan berharap ada penambahan jumlah TPS untuk warga sehingga pembuangan sampah bisa lebih tertib dan tidak menggangu kenyamanan warga.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here