“Perlu diingat, ada 400 orang yang ditangkap dan 200 lebih sudah dibebaskan. Mudah-mudahan semuanya segera dibebaskan,” kata Andre Rosiade, politisi Gerindra, dalam diskusi Vox Point di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (2/8).

Oleh: Ahmad ZR / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta — Pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Joko Widodo, melahirkan beberapa kesepakatan, salah satunya yang langsung dirasakan adalah pembebasan tahanan sebanyak 200 orang dari 400 orang yang ditahan polisi pasca kerusuhan Mei lalu.

“Perlu diingat, ada 400 orang yang ditangkap dan 200 lebih sudah dibebaskan. Mudah-mudahan semuanya segera dibebaskan,” kata Andre Rosiade, politisi Gerindra, dalam diskusi Vox Point di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (2/8).

Tak hanya itu, Partai Gerindra juga menyiapkan pengacara khusus untuk membantu membebaskan masyarakat yang ditahan. Menurut Andre, hal ini terjadi setelah adanya rekonsiliasi Prabowo dengan Jokowi.

“Alhamdulillah efeknya bisa kita lihat kan? Mayoritas masyarakat Indonesia menerima dan mendukung rekonsiliasi,” tuturnya.
Terkait konsesi, Andre menyatakan bahwa Prabowo dan Sandi siap membantu di dalam dan di luar pemerintahan. Prabowo sangat perhatian dalam masalah pangan, energi dan kedaulatan negara.

“Jadi, kami siap bekerja sama baik di dalam maupun di luar. Kami tawarkan konsepsi kepada Pak Jokowi, bukan bagi-bagi jabatan,” ungkapnya.

Kalaupun menjadi oposisi, kata Andre, Gerindra akan menjadi oposisi konstruktif. “PHK masal di depan mata, industri baja hancur, industri semen di ambang kehancuran. Inilah contoh PR di depan mata yang harus kita selesaikan,” sambungnya.

Andre menilai pemilu akan terus terjadi setiap lima tahun sekali ketika NKRI masih tetap stabil. Karena itu, segala persoalan yang terkait sengketa pemilu dapat diselesaikn melalui jalur hukum.

“MK (Mahkamah Konstitusi) adalah akhir dari pemilu. Maka, dengan adanya putusan MK, semua permasalahan yang menyangkut pemilu otomatis selesai,” kata dia.

Mengenai wacana ketua MPR, Andre mengatakan partainya tidak pernah mengisyaratkan mengajukan ketua MPR dari Gerindra. Namun, jika paket pimpinan mengharuskan Gerindra berada di pucuk pimpinan, hal itu akan diterima Gerindra.
“Kami tidak munafik. Tapi kami juga tidak pernah meminta,” ujarnya.(YAN/ INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here