Menjamurnya pom bensin mini ala pedagang kios bensin membuat Pertamina resah karena Pertamini bukanlah unit usaha dari Pertamina

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Pom bensin ini atau yang lebih dikenal masyarakat setempat sebagai Pertamini, saat ini keberadaannya semakin menjamur di Kaltim, khususnya di Balikpapan.

Akan keberadaan Pertamini ini secara tegas PT Pertamina menyebutkan bahwa pom bensin kecil hasil karya pedagang kecil tersebut adalah ilegal.

Pertamini, keberadaannya hampir disetiap warung atau toko. Warga menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, pertalite dan pertamax menggunakan media elektronik ini. Entah siapa yang memulai ataupun yang memproduksi, tetapi pertamini ini dari segi bentuk mirip dengan pompa bensin di SBPU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar)

Namun, keberadaan Pomini atau Pertamini yang semakin menjamur ini, sebenarnya tidaklah aman, dan bahkan tidak berizin serta takaranya (liter) tidak standar. Apalagi beberapa waktu lalu, terjadi kebakaran di Balikpapan yang disebabkan karena Pomini ini.

Sales Executive Retail I Ahmad Tohir mengatakan, Pomini atau Pertamini bukanlah unit bisnis dari Pertamina. Sehingga masyarakat tidak menyangkut pautkannya denga Pertamina. Para pemilik Pomini atau Pertamini termasuk pengetap atau penjual BBM eceran.

Penampakan “mesin pompa mini” yang dibuat mirip dengan pompa bensin di SPBU yang dikenal asyarakat sebagai pomini atau Pertamini
“Pomini atau Pertamini itu kan bukan produk Pertamina. Itu dibuat oleh orang yang kreatif saja, tapi jatuhnya ya pengetap atau pengecer juga. Jadi tidak ada hubungannya dengan kami,” ujar Tohir, Selasa (18/6).

Lanjut Tohir, Dalam aturan untuk melakukan kegiatan usaha niaga hilir migas harus mendapatkan persetujuan dari Pemerintah. Sesuai UU MIgas no 22 tahun 2001, bahwa Badan usaha dapat melaksanakan kegiatan usaha hilir setelah mendapatkan izin usaha dari Pemerintah. Izin usahanya antara lain, Izin usaha pengolahan, izin usaha pengangkutan, izin usaha penyimpanan dan izin usaha niaga.

“Seluruh poin izin usaha tersebut memiliki muatan hukum yang bila dilanggar akan ada sanksi hingga denda. Nah sekarang kita liat mereka, apa ada?,” ujarnya heran.

Selain itu terdapat ketentuan Perpres no 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran BBM mengatakan bahwa TBBM, Depot, penyalur yang dalam hal ini dapat disebut SPBU adalah tempat untuk melakukan penimbunan dan penyaluran BBM yang dimiliki atau dikuasai oleh PT Pertamina atau badan usaha.

“Kami tidak memiliki kapasitas untuk memberikan izin ke para pemilik Pomini atau Pertamini ini. Kami juga tidak bisa menindak para oknum ini. Yang berwenang ya dari pemerintah,” tambahnya.

Terkait soal takaran, Pomini atau Pertamini tidak bisa dipastikan, berbeda dengan SPBU. Setiap tahunnya pasti diadakan pengecekan dari Unit Metrologi Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan setempat.

“Kalau Pomini dan Pertamini ini kan tidak ada jaminan. Kita tidak mengetahui takarannya. Bisa saja dimainkan,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perdagangannya menjelaskan Pomini atau Pertamini ini tidak boleh ada di daerah perkotaan. Apalagi di kawasan pemukiman padat penduduk. Karena usaha tersebut telah dilarang beroperasi oleh pemerintah, dan menyalahi undang-undang tentang penjualan Minyak dan Gas (Migas).

“Usaha tersebut kan jelas dilarang beroperasi pemerintah, karena itu menyalahi undang-undang tentang penjualan Migas. Kecuali mereka ini di daerah pedesaan yang susah SPBU. Kalau kita kan SPBU banyak,” ujar Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Arzaedi Rachman.

Lanjut Arzaedi, selama ini tidak ada landasan hukum beroperasinya Pomini atau Pertamini di Balikpapan. Apalagi, keberadaannya yang berlokasi sesuka hati dinilai sangat membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.

“Belum lagi takaran BBM nya yang tidak ditera sehingga rentan dengan penipuan isian BBM yang merugikan konsumen,” jelasnya.

Jumlah Pomini atau Pertamini yang semakin menjamur ini bahkan sampai berada di dekat SPBU, merupakan dampak tidak adanya penindakan tegas. Untuk itu, dirinya akan segera berkomunikasi dengan Satpol PP untuk menindak para pemilik Pomini atau Pertamini ini.

“Pekan ini, kami juga akan melakukan rapat untuk membahas masalah ini. Satpol PP akan segera bertindak,” ujarnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here