Pertamina berjanji akan mengawasi lebih ketat peredaran tabung gas LPG terutama tabung gas melon yang diperuntukkan bagi amsyarakat miskin.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Pertamina kini semakin serius dalam mengawasi peredaran aneka tabung gas di masyarakat, terutama tabung gas melon 3 Kg yang memang diperuntukan bagi warga kurang mampu atau masyarakat miskin.

Namun dalam kenyataan di lapangan, warga kerap kehabisan gas ini, bahkan harganya melambung tinggi jika membeli gas tersebut di warung-warung klontong.

“Sudah banyak agen-agen yang kita tindak secara administratif maupun pengurangan, bahkan kalau sampai kosong di pangkalannya, kita akan minta pertanggungjawabannya sampai tidak bisa memberikan yah akan kita tindak,” ujar Boy Frans J Lapian, selaku GM Markateing Operation Region VI Kalimantan, kepada awak media, Minggu (21/7).

Pertamina juga mengakui bahwa pihaknya kesulitan dalam menjangkau agen-agen yang berada di pedalaman Kaltim. Karena letaknya yang cukup ekstrim dan jauh, banyak pasokan Gas yang tidak bisa sampai tepat waktu dan terhalang diperjalanan.

Boy Frans J Lapian, selaku GM Markateing Operastion Region VI Kalimantan.
“Seperti rekan-rekan ketahuilah, kan Kaltim ini luas, wilayahnya juga jauh-jauh, ditambah medannya cukup berat, jadi terkadang petugas kami terkendala dalam transportasi, namun kita pasti akan berupaya maksimal untuk menyentuh masyarakat di pedalaman yang ada,” ucapnya.

Pihak Pertamina juga memaklumi, jika ada kenaikan di pangkalan yang berada di kawasan pedalaman, namun dirinya juga mengingatkan kenaikkan harus dalam taraf yang wajar. Sehingga masyarakat tidak akan merasa kesulitan untuk membeli gas tersebut.

“Kalau ada kenaikan sedikit wajar lah, kalau medannya susah dan jauh, tapi harus wajar. Jangan sampai naiknya 10 ribu rupiah atau lebih, itu namanya menyengsarakan masyarakat,” tuturnya.

Pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan ketat bagi seluruh agen dan akan terus mendorong masyarakat agar langsung membeli gas di pangkalan. Jika tidak melayani maka segera laporkan saja kepada Pertamina terdekat dan akan ditindaklanjuti.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here