Oleh: Eko P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta Pertamina untuk lebih aktif melakukan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas). Jonan mengharapkan Pertamina tidak hanya menunggu blok-blok migas yang telah jatuh tempo kontraknya.

“Pertamina harus ada eksplorasi sendiri dan aktif dalam mencari cadangan migas,” kata Jonan dalam konferensi Indonesian Petroleum Association atau IPA di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu(4/9).

Selain itu, ia juga meminta seluruh kontraktor migas dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk lebih efisien dalam berproduksi.

“Yang penting adalah menekan efisiensi biaya produksi baik eksplorasi dan eksploitasi, Itu kuncinya,” kata Jonan.
Jonan berpendapat tidak ada langkah lainnya yang lebih tepat selain efisiensi, sebab migas sudah ada di perut bumi sejak lama dan tidak bisa diperbaharui.

Mantan Menteri Perhubungan tersebut juga menegaskan bahwa tidak ada jaminan setiap melakukan eksplorasi bisa dipastikan membuahkan hasil.

Sebelumnya, Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA), Tumbur Parlindungan mengakui bahwa cadangan migas nasional sebenarnya masih besar. Hanya saja diperlukan niat sungguh-sungguh untuk melakukan eksplorasi.

“Sayangnya belakangan ini kegiatan eksplorasi masih minim. Sementara negara lain berlomba mencari sumber migas baru sehingga investasi tumbuh,” ujarnya selepas bertemu dengan Presiden Jokowi, beberapa waktu lalu.

Ditambahkannya, kebutuhan migas dalam negeri menempati porsi tertinggi dibandingkan dengan energi terbarukan. Merujuk data Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), target bauran energi fosil pada 2025 mencapai 47 persen, sedangkan pada 2050 akan mencapai 43,5 persen.

Berdasarkan RUEN, diproyeksi produksi minyak bumi nasional sebesar 567.000 barrel oil per day (BOPD) pada 2025, sementara pada 2050 sebesar 698.000 BOPD. Sementara itu, untuk kebutuhan kilang minyak mentah nasional pada 2025 mencapai 2,19 juta BOPD dan meningkat menjadi 4,61 juta BOPD pada 2050.

SKK Migas melansir pada tahun lalu cadangan minyak nasional sebesar 226,62 Million Stock Tank Barrels (MMSTB). Ini turun sebesar 334,05 MMSTB jika dibandingkan dengan sebelumnya, tahun 2017. Sementara untuk gas bumi malah mengalami peningkatan 578,47 Billion Standard Cubic Feet(BSCF) dengan cadangannya 3.387,81 BSCF pada 2018.

Indonesia tetap akan melakukan impor minyak mentah pada 2025 sekitar 1,67 juta BOPD. Kondisi ini akan makin meningkat pada 2050 menjadi 3,92 juta BOPD.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here