Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kalimantan Timur terus mendapat pengawasan ketat pihak Pertamina. Pertamina mensinyalir banyaknya laporan tentang pengetap dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) nakal yang memainkan harga serta stok BBM untuk masyarakat miskin.

“Sesungguhnya kan para pengecer dan pengetap ini tidak pernah dibenarkan oleh Pertamina. Banyak dampak negatif yang ditimbulkan, diantaranya stok BBM yang tadinya kita prediksi cukup bagi masyarakat kurang mampu, ternyata justru habis karena dibeli oleh mereka,” ujar General Manager Pertamina MOR VI Kalimantan, Boy Frans J Lapian, di Samarinda Rabu (4/9).

Diakui, jika Pertamina memang bukanlah lembaga yang berhak dalam menertibkan para spekulan BBM ini. Namun pihaknya mengimbau agar pelaku ini tidak memberatkan rakyat. Apalagi BBM yang dibeli, biasanya jenis yang sering dipakai masyarakat menengah kebawah. “Jangan sampai membuat warga lain sengsara karena ulah para pengetap dan pengecer BBM,” tegasnya.

Pertamina juga mengimbau agar masyarakat bisa selektif dalam membeli BBM, khususnya di pengecer karena kualitas dari BBM yang dijual tidak terdeteksi, apakah murni ataukah bercampur dengan bahan lain.

Selain itu tingkat keamanan dan payung hukumnya juga masih dipertanyakan, karena para pengecer dipastikan tidak mempunyai dasar hukum yang jelas untuk menjual BBM ke masyarakat.

Pertamina juga mendukung langkah aparat penegak hukum dari Kepolisian, TNI , hingga pemerintah daerah dalam melakukan penertiban para pengetap dan pengecer. “Tindakan tegas memang harus diambil, lantaran sudah terlalu banyak merugikan masyarakat luas,” ujarnya.

Pertamina juga menyayangkan adanya Pertamini yang saat ini banyak beredar di Samarinda. Karena hal ini tidak memiliki standar yang pasti dan juga undang undang yang mengatur hal tersebut.
“Kami jelas-jelas menentang hal ini, Karena memang tidak ada regulasinya. Maka dari itu kami sudah berkoordinasi dengan aparat dan juga BPH Migas selaku pendistribusi agar hal ini semakin diperkecil,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here