Ustadz KH Ahmad Supiandi mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan agar setiap umat Islam mengetahui dan memahami tentang ajaran-ajaran yang telah disampaikan.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Sebanyak 350 orang prajurit beserta Pegawai Negri Sipil (PNS) dan Persit Kartika Chandra Kirana turut memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 Hijriah. Kegiatan yang menghadirkan Ustadz Umar Dhani dam Ustadz KH Ahmad Supiandi, berlangsung di Masjid Baitulssalam Makorem 091/ASN, Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda, Rabu (13/11).

Maulid Nabi Besar Muhammad mengangkat tema “Dengan Hikmah Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam Tahun 1441 Hijriah, Kita Implementasikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan Sehari-Hari Guna Mewujudkan Prajurit dan PNS TNI AD Profesional Kebanggaan Rakyat”.

Sebelum acara pokok, Komandan Korem 091/ASN Brigjen TNI Widi Prasetijono yang dibacakan oleh Kasrem 091/ASN Kolonel Inf Ruslan Effendy mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam hendaknya setiap prajurit dapat meneladani akhlak Rasulullah, mengambil pelajaran dari risalah Nabi Muhammad.

“Artinya adalah bagaimana kita meniru akhlak beliau dalam bertauhid, berumah tangga, bermasyarakat dan bernegara. Meneladani sifat kepemimpinan Rasulullah dalam akhlakul-kharimah yang ada pada diri Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,” ujarnya.

Akhlak Nabi Muhammad SAW memang tidak mudah untuk ditiru, oleh karena itu peringatan Maulid Nabi Muhammad ini jangan hanya berhenti pada acara seremonial belaka, namun hendaknya refleksi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW dengan melaksanakan keteladanan akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara Ustadz KH Ahmad Supiandi menyampaikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan, agar setiap umat Islam mengetahui, memahami dan meneladani tentang ajaran-ajaran yang telah disampaikan.

“Diceritakan jika Nabi Muhammad tidak pernah menyakiti hati sahabat-sahabatnya. Maka dari itu nabi selalu dirindukan oleh mereka. Jangankan dengan sahabat, dengan orang kafir yang tidak seagama saja, nabi pun baik hati. Dalam kehidupan, Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita apabila orang jahat kepada kita, sebaiknya tidak dibalas dengan kejahatan, melainkan justru dengan kebaikan,” ujarnya. (YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here