Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Ratusan siswa dari berbagai sekolah memenuhi Gedung Olah Raga Segiri Samarinda, memeriahkan perayaan Hari anak nasional tahun 2019. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemkot Samarinda melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Samarinda.

“Kami hari ini sengaja menggelar perayaan hari anak nasional tingkat Kota Samarinda dengan tujuan agar anak-anak di Samarinda bisa lebih memahami makna diri mereka, serta adanya peran aktif dari semua stakeholder dalam memperhatikan anak-anak dan perempuan,” ujar Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Samarinda , Fitterman, di Samarinda Rabu (4/9).

Dalam kegiatan kali ini, Fitter juga menekankan untuk menghentikan segala perilaku yang berhubungan dengan kekerasan terhadap anak dan juga perempuan, baik di sekolah maupun dalam lingkungan keluarga. Menurutnya, setiap tahunnya terdapat 70-100 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi.

“(Kekerasan terhadap anak) ini terus bertambah setiap tahunnya. Upaya kita adalah mencegah bahkan menyetop, salah satunya lewat sosialisasi di kegiatan kali ini. Pembentukan tim-tim terpadu juga sudah kami buat untuk membantu kinerja kami di lapangan,” ujarnya.

Dia menjelaskan adanya beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, muka dari faktor ekonomi, sosial, hingga pendidikan orang tua yang masih kurang. Sehingga perilaku kekerasan dianggap biasa dan lazim. Padahal , perilaku ini berdampak sangat buruk, khususnya untuk perkembangan mental anak.

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini, kreatifitas dan tumbuh kembang anak bisa lebih diperhatikan. “Berbagai hak-hak anak juga harus dipenuhi, tentunya dalam pengawasan orang tua dalam mengedukasi anak. Sehingga metode kekerasan bisa dicegah bahkan diubah kepola kasih sayang,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here