Oleh: M Aulia Rahman / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Sejumlah wilayah di Inndonesia diperkirakan akan mendapatkan sinar matahari secara berlebih diakibatkan dari gerak semu matahari.

Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hary Tirto Djatmiko, memastikan hal tersebut. Hawa panas, lanjut Hary, tidak hanya terjadi pada ibu kota, karena posisi gerak semu matahari berada di wilayah Indonesia.

“Saat ini gerak semu matahari itu berada di wilayah tropis,” ujarnya, Rabu (2/10). Hary menuturkan, fenomena ini merupakan hal yang alamiah.

Setiap tahun daerah-daerah tropis di belahan dunia akan mengalami hal serupa. Apalagi Indonesia berada di jalur khatulistiwa.

“Setiap tahunnya itu begini. Nanti di bulan Maret akan mendapatkan sinar matahari yang cukup optimal lagi. Begitu juga di bulan April. Nah sekarang September dan Oktober juga mendapatkan sinar matahari yang optimal karena gerak semunya matahari dari wilayah belahan bumi utara ke belahan bumi selatan,” tuturnya.

Hary mengatakan bahwa fenomena ini terjadi dalam rentan waktu dua kali dalam setahun. Hal itu terjadi disebabkan bumi berputar.

“Setahun 2 kali Maret-April dan September-Oktober. Ini bukan kenaikan suhu. Ini normal saja. Ini fenomena yang alamiah biasa terjadi pada tiap tahunnya,” paparnya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here