Kepala Kantor Perwakian Bank Indonesia Kalimantan Timur, Tutuk SH Cahyono.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Perekonomian global turut terkena dampak pandemik virus corona atau Covid-19. Tidak terkecuali Indonesia, yang juga mengalami imbas penurunan ekonomi dengan kebijakan berdiam di rumah selama beberapa pekan.

Kepala Kantor Perwakian Bank Indonesia Kalimantan Timur, Tutuk SH Cahyono mengatakan perekonomian di Kaltim pada awalnya diprakirakan masih tetap tumbuh positif pada triwulan 1 2020 sebesar 1,9% – 2,3% (yoy), namun bisa terkoreksi hingga 0,60% dari prakiraan sebelum mewabahnya Cocid-19.

“Jika Covid 19 belum bisa segera ditangani dalam beberapa bulan ke depan, maka perkiraan kami pertumbuhan ekonomi Kaltim bisa lebih rendah lagi namun masih positif,” ujarnya dalam rilis yang diterima Kamis (9/4).

Lanjut Tutuk, perekonomian Kaltim secara keseluruhan, telah terdampak penurunan sebelum wabah Covid-19 merebak. Pertumbuhan ekonomi Kaltim diakui pada 2020 sudah mengalami perlambatan.
Kinerja ekspor Kaltim diperkirakan masih cukup baik di tengah perekonomian dunia yang tertekan, dengan mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,55% (yoy) untuk ekspor migas dan 4,51 % (yoy) untuk ekspor non migas.

“Berdasarkan data dari Ditjen Bea dan Cukai, volume ekspor batu bara pada Februari 2020 tumbuh sebesar 2,25% (yoy), bahkan ekspor ke Tiongkok yang sedang lockdown tumbuh sebesar 31,49% (yoy),” jelasnya.

Lapangan usaha lainnya terdampak signifikan dengan mewabahnya Covid-19 ini, terutama sektor perdagangan, transportasi dan akomodasi dan perhotelan.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here