Kepala DKP3A Kaltim, Halda Arsyad

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Dalam upaya penguatan peran perempuan dalam menjalankan fungsi dan tugas anggota legislatif terutama tugas dalam perspektif gender, Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, terus mendorong terciptanya pembangunan keadilan gender.

Kepala Dinas KP3A Kaltim Halda Arsyad mengatakan angka keterwakilan bahkan kiprah perempuan di Kaltim dalam dunia politik masih minim. Ini ditandai dengan jumlah perempuan yang duduk di kursi DPRD Kaltim saat ini hanya 11 perempuan dari total anggota dewan sebanyak 55 orang.

“Sementara anggota DPRD menurut kabupaten/kota se Kaltim dan jenis kelaminnya, maka terdapat 63 perempuan dan 322 orang laki-laki,” ujarnya saat ditemui Selasa di Samarinda, (1/10).

Dijelaskan Halda, dari hasil Pemilu 2019, peran wanita hanya mampu menghasilkan keterwakilan perempuan 16,82 persen di DPRD seluruh Kaltim. Inipun masih didominasi oleh anggota yang baru.

Halda juga menyebutkan, satu-satunya kabupaten yang memenuhi kuota 30 persen hanya Kabupaten Mahulu yang hasil Pemilu lalu mencapai keterwakilannya 40 Persen.

Dijelaskan, dalam UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu mensyaratkan partai politik peserta pemilu memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen dalam mengajukan calon anggota. Artinya, kesempatan perempuan untuk maju juga besar.

“Maka untuk memastikan kepentingan suara perempuan terwakili di parlemen bahkan menjadi prioritas kebijakan, keterlibatan perempuan di parlemen sangatlah penting,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here