Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono,

Oleh: Urba Adiwijaya / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Keberhasilan pemerintahan Jokowi-JK dalam pembangunan infrastruktur yang banyak digenjot selama lima tahun terakhir. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, menilai kinerja Badan Intelijen Negara (BIN) di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) perlu diapreasiasi.

“Keberhasilan pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Jokowi yang akhirnya berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya, Ahad (13/10).

Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 di angka 5,0 persen. Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Agustus lalu memperkirakan pertumbuhan ekonomi itu 5,08 persen. Padahal, target dalam APBN 2019 adalah 5,3 persen yang dikoreksi menjadi 5,2 persen.

Dia mencontohkan, setiap pembangunan infrastruktur yang tentu saja banyak memerlukan lahan untuk dibebaskan, pasti akan menimbulkan konflik sosial dengan masyarakat yang berkaitan dengan lahan. Akan tetapi, dari hasil data yang didapatkannya, pembangunan infrastruktur selama pemerintahan Jokowi hampir tidak ada konflik sosial terkait pembebasan lahan.

“Tentu ini tidak lepas juga dari kerja kerja BIN yang banyak melakukan pengalangan dan pendekatan kepada masyarakat sebelum dilakukan pembangunan infrastruktur, yang mana informasi yang didapat dari lokasi objek proyek infrastruktur yang Akan dibangun disampaikan BIN kepada Presiden Jokowi,” ujar Arief.

Dia mengatakan, salah satu fungsi intelijen adalah melakukan penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan prapembangunan infrastruktur. Tujuannya adalah mendeteksi, mengidentifikasi, menilai, menganalisis, dan menafsirkan akan adanya potensi hambatan dalam tahap pelaksanaan atau eksekusi proyek-proyek infrastruktur.

Data dari intelijen itu kemudian disajikan BIN kepada Presiden dalam rangka memberikan peringatan dini untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bentuk potensi terjadinya konflik sosial yang pada akhirnya bisa diatasi oleh pemerintah. Karenanya, kata Arief, apa yang dilakukan BIN menunjukkan bahwa badan pimpinan Budi Gunawan itu menempatkan Presiden RI sebagai single client.

Ini juga menunjukan bagaimana Budi Gunawan menjadikan BIN sebagai garis terdepan untuk mengamankan dan mengeksekusi kebijakan-kebijakan program pembangunan Infrastruktur Jokowi secara senyap namun cepat dan akurat.

“Budi Gunawan juga berhasil menjadikan institusi BIN dalam menyeimbangkan dan menjalankan tugas-tugas intelijen dan mengawal proses demokrasi yang terkonsolidasi. Sehingga dalam Pemilu 2019 yang telah menciptakan polarisasi di masyarakat dapat disatukan kembali lewat kerja Budi Gunawan yang berhasil menjembatani pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto,” kata Poyuono memuji. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here