Ratusan orang yang mengaku adalah pengikut Puang La’lang menggelar unjuk rasa di kawasan Museum Balla Lompoa, Sungguminasa,

Oleh: Akbar Nur Qodri / Yuliawan A

Poskaltim.com, Makassar – Ratusan orang yang mengaku adalah pengikut Puang La’lang menggelar unjuk rasa di kawasan Museum Balla Lompoa, Sungguminasa, Jumat (8/11). Massa didampingi oleh Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Mereka menuntut agar maha guru mereka dibebaskan karena dianggap tidak bersalah.

Ketua distrik GMBI Makassar – Gowa Walinono melalui pengeras suara mengatakan setelah Pimpinan Tajul Khalwatiyah Puang La’lang ditersangkakan, pihaknya akan terus berjuang mencari keadilan untuk pimpinannya.

“Puang La’lang telah dipermalukan, kami ingin mengetahui, apakah proses hukum sudah berjalan semestinya. Hanya ingin menuntut perlakuan hukum yang adil, dan mari kita duduk bersama,” katanya.

Dia juga menantang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gowa duduk bersama mengkaji ajaran Puang La’lang yang dianggap sesat.

Bahkan, Muliono menegaskan, akan menempuh langkah hukum lainnya untuk membebaskan Puang La’lang. “Untuk mencari keadilan, kami akan melakukan pra-peradilan,” tegasnya.

Seketika, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga yang berada tak jauh dari massa aksi. Juga melalui pengeras suara menjawab orasi pihak pengikut Puang La’lang.

“Kami akan hadapi langkah hukum pra-peradilan dan itu lebih bagus, karna penyelesaian hukum bukan diselesaikan di jalan,” kata Shinto di atas mobil penerangan Dalmas.

Sebelumnya, Pimpinan Tajul Khalwatiyah Puang La’lang, ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti melakukan penistaan agama.

Puang La’lang dilaporkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gowa, KH Abubakar Paka ke Mapolres Gowa 12 September lalu dan dijadikan tersangka 31 Oktober.

Karena ajaran Puang La’lang, menurut MUI Gowa, tidak sesuai dari tatanan. Cara salat mereka tidak membaca surah Al Fatihah, dan aliran itu memiliki dua Alqur’an yang isinya berbeda dengan Alqur’an yang dimiliki umat Islam pada umumnya.

Dari kasus tersebut, Puang La’lang dikenakan Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3,4,dan 5 UU No.8 Tahun 2010 dan atau UU No.22 Tahun 1946, dengan ancaman penjara 5 sampai 20 tahun. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here